Bimtek dan Bimtal HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat, Syaikhuna KH. Abun Bunyamin: Daiyah Harus Menjadi Pewaris Dakwah Nabi

Bagikan artikel ini:
Rais Syuriah PWNU Jawa Barat sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., menyampaikan tausiyah pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Bimbingan Mental Spiritual (Bimtal) HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat di Aula Syaikh Datul Kahfi, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat, Purwakarta, Rabu (15/7/2026).

Al-MUHAJIRIN- Ratusan daiyah dan pengurus Majelis Taklim Muslimat Nahdlatul Ulama dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat memadati Aula Syaikh Datul Kahfi (SDK), Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat, Purwakarta, Rabu (15/7/2026). Mereka hadir mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Bimbingan Mental Spiritual (Bimtal) HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat yang mengusung tema “Menguatkan Kapasitas Daiyah dan Majelis Taklim dalam Berdakwah, Membina Umat, dan Membangun Peradaban.”

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas para daiyah agar semakin siap menjalankan peran dakwah di tengah masyarakat, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Rais Syuriah PWNU Jawa Barat sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat Dr. Hj. R. Ella Giri Komala, M.M.Pd., Ketua Yayasan HIDMAT Muslimat NU Dr. Romlah Widayati, M.A., Ketua PW HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat Dra. Hj. Euis Badriah Nur Asikin, M.M.Pd., serta Ketua Yayasan Al-Muhajirin sekaligus Sekretaris PW HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.

Dalam tausiyahnya, Syaikhuna KH. Abun Bunyamin mengingatkan bahwa dakwah tidak cukup hanya bermodal kemampuan berbicara. Seorang daiyah harus lebih dahulu membangun keikhlasan, memperdalam ilmu, serta menjadikan akhlak sebagai wajah utama dakwah.

Baca Juga:  SD Plus Al-Muhajirin Gelar Tes Siswa Berprestasi untuk Jaring Potensi Terbaik

Menurut beliau, Rasulullah SAW mewariskan ilmu kepada para ulama. Karena itu, siapa pun yang mengemban amanah membimbing umat harus terus belajar dan tidak pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki.

“Ulama adalah pewaris para nabi. Yang diwariskan bukan harta, melainkan ilmu, akhlak, ibadah, dakwah, dan perjuangan Rasulullah SAW,” ujar Syaikhuna.

Beliau menegaskan bahwa ilmu agama tidak dapat diperoleh secara instan hanya melalui media digital. Dakwah yang benar lahir dari proses belajar yang panjang kepada para guru yang memiliki sanad keilmuan, sehingga setiap nasihat yang disampaikan benar-benar berlandaskan Al-Qur’an, sunnah, dan pemahaman para ulama.

Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan peran HIDMAT Muslimat NU yang selama ini menjadi wadah pembinaan para daiyah dan penggerak majelis taklim di tengah masyarakat.

Selain memperkuat penguasaan ilmu, Syaikhuna juga mengingatkan agar para pendakwah tidak menjadikan dakwah sebagai jalan mencari kemuliaan dunia. Seorang pembimbing umat, kata beliau, justru harus memiliki hati yang lapang, senang memberi manfaat, serta tidak diperbudak oleh kecintaan terhadap harta dan kedudukan.

Baca Juga:  Safari Dakwah Ramadan 1447 H HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat: Kepedulian Sosial sebagai Bentuk Kesempurnaan Iman

“Apabila harta sudah masuk ke dalam hati, seseorang akan sulit melepaskannya. Tetapi jika harta hanya berada di tangan, ia akan mudah menggunakannya untuk membantu sesama dan berjuang di jalan Allah,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Syaikhuna juga mengajak seluruh peserta untuk terus memanjatkan doa memohon keselamatan agama, kesehatan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, dan kesempatan bertaubat sebelum ajal menjemput. Menurutnya, doa tersebut merupakan bekal penting bagi siapa pun yang mengabdikan hidupnya dalam jalan dakwah.

Menutup tausiyahnya, beliau berpesan agar para daiyah HIDMAT Muslimat NU menjadi teladan di tengah masyarakat melalui akhlak yang mulia. Dakwah, menurutnya, akan lebih mudah diterima apabila disampaikan oleh pribadi yang ramah, menenangkan, santun dalam bertutur, dan ringan tangan membantu sesama.

“Biasakan memiliki wajah yang ceria, hati yang tenang, lisan yang santun, dan tangan yang ringan untuk memberi. Itulah akhlak yang akan membuat dakwah menyentuh hati masyarakat,” pesannya.

Melalui Bimtek dan Bimtal ini, HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat berharap lahir semakin banyak daiyah yang tidak hanya cakap menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga mampu menjadi pembina umat yang berilmu, berakhlak, serta menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mempererat persaudaraan, dan membangun peradaban.

Baca Juga:  HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat Gelar Safari Dakwah Ramadan 1447 secara Daring, Menghimpun Muslimat NU Se-Jawa Barat Selama Lima Hari

Selepas pembukaan, ratusan peserta kemudian bergerak menuju Kebun Anas Bin Malik (ABM Farm) Al-Muhajirin Kampus 5, lokasi pelaksanaan Bimbingan Mental Spiritual (Bimtal).

Di tengah hamparan pepohonan yang rindang dan udara pegunungan yang sejuk, para daiyah mengikuti rangkaian pembinaan untuk memperkuat keteguhan hati, memperdalam spiritualitas, sekaligus menyegarkan kembali semangat pengabdian dalam berdakwah.

Suasana alam yang tenang menjadi ruang refleksi bagi para peserta. Di tempat yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas pendidikan dan pembinaan santri Al-Muhajirin dalam menghafal Al-Qur’an, para daiyah diajak menambah pengetahuan, menata niat, memperkuat keikhlasan, serta menyadari bahwa dakwah merupakan amanah besar yang menuntut keluasan ilmu, kemuliaan akhlak, kesabaran, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Bimtek dan Bimtal ini, HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat berharap lahir semakin banyak daiyah yang mampu menjadi penerang di tengah masyarakat, hadir sebagai pembimbing umat yang menyejukkan, menguatkan majelis taklim, serta meneruskan estafet dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dengan keluasan ilmu, kemuliaan akhlak, dan semangat pengabdian yang tulus. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *