Anti-Bullying Berlandaskan Nilai Rahmatan lil ‘Alamin, Santri Al-Muhajirin Pusat Kembangkan Minat Bakat dan Raih Prestasi Melalui Ekstrakurikuler

Bagikan artikel ini:
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., berfoto bersama jajaran Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta Duta Satgas Santri usai pengukuhan pada rangkaian Demo Ekstrakurikuler “Temukan Bakatmu, Ukir Prestasimu” di Lapangan Al-Muchtar, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Purwakarta, Senin (27/7/2026).

Al-MUHAJIRIN— Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Melalui kegiatan tersebut, para santri didorong untuk menemukan bakat, mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang dibutuhkan umat dan bangsa.

Hal itu disampaikan Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah dalam sambutannya pada kegiatan Demo Ekstrakurikuler Al-Muhajirin Pusat yang berlangsung di Lapangan Al-Muchtar, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Purwakarta, Senin 27 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan berbagai ekstrakurikuler kepada para santri baru sekaligus mendorong mereka memilih kegiatan sesuai minat dan bakat. Beragam unit ekstrakurikuler menampilkan demonstrasi kemampuan di hadapan seluruh peserta.

Di antaranya Hadroh, Tenis Meja, Robotik, Tilawah Al-Qur’an, Drumband, Kaligrafi, Panahan, Seni Budaya, Nasyid, Karate, Melukis, serta berbagai kegiatan pengembangan diri lainnya yang selama ini menjadi wadah pembinaan karakter dan keterampilan santri Al-Muhajirin.

Baca Juga:  Alumni dan Jamaah Calon Haji Al-Muhajirin Purwakarta Do'akan Teh Ifa Sukses Jadi Anggota DPD RI

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi kepada para pengurus OPAL yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru dan pembimbing yang senantiasa mendampingi para santri dalam mengembangkan potensi, bakat, dan prestasi mereka.

“Alhamdulillah, hari ini agendanya demo ekstrakurikuler. Ibu berharap melalui kegiatan ini kita semakin tumbuh, semakin berdaya, dan semakin mampu menunjukkan bakat kita sebagai santri hebat, santri masa depan harapan bangsa,” tuturnya.

Menurutnya, pendidikan di Al-Muhajirin tidak berhenti pada penguatan ilmu agama dan akademik. Para santri juga perlu dibekali dengan berbagai keterampilan sesuai minat dan potensinya.

Hal tersebut sejalan dengan tagline Al-Muhajirin, yakni “Mencetak Kader Ulama, Sarjana, dan Pengusaha.”

“Artinya, bagaimana tanggung jawab kita terhadap agama sebagai kader ulama, memiliki keilmuan secara akademik, kemudian ditambah dengan penguasaan berbagai keahlian. Insyaallah santri-santri inilah yang akan menjadi generasi yang betul-betul dibutuhkan untuk umat dan bangsa ini,” ungkapnya.

Al-Muhajirin Tetapkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah juga mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat.

Pembentukan satgas tersebut menjadi bagian dari komitmen Al-Muhajirin untuk menciptakan lingkungan pendidikan dan pesantren yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari tindakan perundungan dan kekerasan.

Baca Juga:  Pembagian Rapor SAS Ganjil, SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat Torehkan Ragam Prestasi Membanggakan dari Lokal hingga Nasional

Sebelumnya, seluruh peserta juga telah mengucapkan ikrar bersama untuk menyuarakan gerakan anti-bullying dan anti-kekerasan.

Menurutnya, sebagai santri Al-Muhajirin, seluruh warga pesantren harus menjadi pelopor nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin, dengan menjadikan kasih sayang, persaudaraan, dan saling menghormati sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Karena kita ini adalah santrinya Al-Muhajirin yang cinta kasih sayang dan menjadi pelopor terhadap nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, susunan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat turut diperkenalkan.

Sebagai Pengarah, yakni Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin.

Sementara Pembina/Penasihat terdiri atas Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Dr. KH. Marpu Muhidin Ilyas, M.A., dan Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd. Syarah Syaghifah Raakillah, B.Sc., dan Aji Muhtaji, B.Sc.

Sebagai Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, ditetapkan Ust. Heru Rojikin, M.Ag., yang telah mendapatkan pelatihan dari Kementerian Agama. Sementara Wakil Ketua dijabat oleh H. Muhammad Fuad Mas’ud, Lc., M.H.

Selain jajaran pengurus, Al-Muhajirin juga menyiapkan Duta Satgas dari kalangan santri. Para duta tersebut diperkenalkan dan dihadirkan ke atas panggung untuk menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan damai.

Baca Juga:  Meriahkan HUT Kemerdekaan RI, TK Al-Muhajirin Gela Berbagai Perlombaan

“Selamat bertugas. Insyaallah, bukan hanya kita menjaga kedamaian, tetapi juga mewujudkan kedamaian untuk semuanya,” ujarnya.

Beliau menegaskan bahwa kehadiran satgas tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh komponen di lingkungan Al-Muhajirin, baik di sekolah, asrama, pesantren, maupun kelas, memiliki kesadaran yang sama untuk mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan.

“Alhamdulillah, Satuan Tugas Anti-Kekerasan dan Bullying sudah kita tetapkan di Pesantren Al-Muhajirin ini. Insyaallah semuanya la tahzan, wala tahzan. Jangan ada rasa takut, jangan ada rasa sedih, karena kita semuanya bersaudara, dan tentunya kita saling menjaga serta saling menghormati,” pesannya.

Santri Didorong Mengembangkan Bakat

Di hadapan para santri, Ketua Yayasan Al-Muhajirin kembali mengingatkan bahwa setiap santri memiliki potensi yang perlu ditemukan dan dikembangkan.

Karena itu, kegiatan demo ekstrakurikuler menjadi ruang bagi para santri untuk melihat berbagai pilihan kegiatan yang dapat mereka ikuti sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.

Beliau juga membuka ruang bagi lahirnya ekstrakurikuler baru yang belum tersedia di Al-Muhajirin. Apabila terdapat sedikitnya 10 santri yang memiliki minat pada bidang tertentu yang belum terakomodasi, Al-Muhajirin akan menyiapkan kelas khusus sebagai wadah pengembangan potensi.

“Kalau ada ekstrakurikuler yang belum ada di sini, silakan diajukan. Sekiranya ada dari kalian yang belum terakomodir, minimal 10 orang, kami siapkan kelas khusus. Misalnya belum ada ekstrakurikuler broadcasting, contentpreneur, teater, dan sebagainya,” ungkapnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *