Bantu Rehab Masjid Al-Barokah, Santuni Anak-anak Yatim, Dr. Hj Ifa Faizah Hadiri DPU Mahasiswa STAI Al-Muhajirin di Kertamanah Sukasari


AL-MUHAJIRIN— Program Dakwah Pengabdian Umat (DPU) STAI Al-Muhajirin Purwakarta diarahkan menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengenali persoalan masyarakat, membangun kolaborasi, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Semangat tersebut disampaikan Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., kepada mahasiswa STAI Al-Muhajirin yang melaksanakan DPU di Desa Kertamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.
Dalam sambutannya, Hj. Ifa menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus selalu hadir dalam bentuk kegiatan akademik yang sarat teori. Mahasiswa justru perlu belajar membaca situasi di lapangan, memahami kebutuhan masyarakat, lalu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Tidak selalu harus bawa buku-buku yang tebal. Kita lihat kebutuhan di masyarakat,” ujarnya, Senin 24 Agustus 2026.
Menurutnya, kemampuan memahami kondisi masyarakat menjadi bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa. Ilmu yang diperoleh di kampus akan semakin bermakna ketika mampu diterapkan dalam kehidupan nyata dan memberi jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa harus belajar melihat persoalan yang ada di masyarakat. Dari sana, ilmu yang dimiliki bisa diterapkan dan dikembangkan menjadi solusi,” tuturnya.
Hj. Ifa juga mendorong mahasiswa untuk membangun sinergi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Kertamanah. Melalui kolaborasi tersebut, DPU diharapkan tidak berhenti sebagai kewajiban akademik, melainkan menjadi proses pemberdayaan sekaligus pembelajaran sosial bagi mahasiswa.
Semangat itu mulai terlihat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa selama berada di Desa Kertamanah.

Kepala Desa Kertamanah, Rahmat Iskandar, mengapresiasi kehadiran mahasiswa STAI Al-Muhajirin melalui program DPU. Menurutnya, mahasiswa turut memberikan warna dalam kehidupan masyarakat dengan terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan di desa.
Salah satunya terlihat dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa DPU ikut menggagas dan mendukung pelaksanaan kegiatan bersama masyarakat, termasuk mengadakan santunan bagi anak-anak yatim.
“Alhamdulillah, kegiatan Maulid tahun ini turut digagas oleh mahasiswa STAI Al-Muhajirin. Mereka juga mengadakan santunan untuk anak-anak yatim sehingga kegiatan ini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rahmat Iskandar.
Menurut Rahmat, keterlibatan mahasiswa menunjukkan bahwa pengabdian dapat tumbuh melalui kerja bersama. Kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menciptakan kegiatan yang mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Kehadiran Al-Muhajirin di tengah masyarakat Kertamanah juga diwujudkan melalui dukungan terhadap sarana keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyerahkan bantuan untuk mendukung rehabilitasi Masjid Al Barokah. Bantuan diterima langsung oleh Ketua DKM Masjid Al Barokah, Ust. Ahmad Rifai, disaksikan tokoh masyarakat dan warga setempat.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Al-Muhajirin terhadap penguatan sarana ibadah yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, pembinaan keagamaan, dan aktivitas sosial masyarakat.
Dukungan rehabilitasi diharapkan dapat membantu menghadirkan Masjid Al Barokah yang semakin nyaman dan representatif bagi jamaah serta masyarakat sekitar.
Suasana penuh kehangatan juga tampak ketika Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah turut menyantuni anak-anak yatim. Hj. Ifa terlihat menyapa anak-anak dengan penuh perhatian dan mengusap kepala mereka saat menyerahkan santunan.
Rangkaian DPU di Desa Kertamanah sekaligus memperlihatkan bagaimana pengabdian perguruan tinggi dapat bertemu langsung dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa belajar dari kehidupan warga, sementara pengetahuan, tenaga, dan gagasan yang mereka bawa diharapkan meninggalkan manfaat bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.
Melalui DPU, STAI Al-Muhajirin berupaya menanamkan kepada mahasiswa bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kuliah. Ilmu menemukan maknanya ketika hadir di tengah masyarakat, membangun kepedulian, menggerakkan kebersamaan, dan memberikan manfaat nyata bagi umat. (*)
