Penguatan Pembelajaran Metode Hijroti Pra-Supervisi oleh Pengawas dan LTTQ Al-Muhajirin


AL-MUHAJIRIN— Pengawas Al-Muhajirin bersama Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an (LTTQ) Al-Muhajirin menggelar kegiatan Penguatan Pembelajaran Metode Hijroti dan Pra-Supervisi, Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas TK Al-Muhajirin Pusat, Jalan Veteran, Purwakarta, tersebut diikuti para guru dan kepala sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Play Group (PG), dan Day Care.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Al-Muhajirin, Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag. dan Hj. Olis, S.Pd., serta Ketua LTTQ Al-Muhajirin, Ustaz Oman Abdurrahman, S.Ud.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman para guru mengenai konsep, teknik, dan standar penerapan Metode Hijroti. Penguatan diperlukan agar pembelajaran tahsin Al-Qur’an di setiap unit pendidikan berlangsung tepat, terarah, dan memiliki standar yang sama.
Pra-supervisi juga menjadi sarana persiapan bagi guru dan kepala sekolah sebelum pelaksanaan supervisi pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para peserta meninjau kembali proses pembelajaran sekaligus menyamakan pemahaman mengenai tahapan penerapan Metode Hijroti di kelas.
Metode Hijroti merupakan metode tahsin khas Al-Muhajirin yang dikembangkan melalui riset oleh LTTQ Al-Muhajirin. Metode ini dirancang untuk memudahkan peserta didik belajar membaca Al-Qur’an secara tartil, fasih, dan sesuai dengan kaidah tajwid.

Dalam penerapannya, Metode Hijroti menggunakan pola Naghmah Bayyati Kurdi yang terdiri atas nada datar, tinggi, turun, dan rendah. Pola tersebut membantu peserta didik membaca Al-Qur’an secara lebih terarah sekaligus membangun penghayatan terhadap ayat-ayat yang dibaca.
Penguatan bagi guru TK, PG, dan Day Care memiliki peran penting karena pengenalan serta pembiasaan membaca Al-Qur’an perlu dimulai sejak usia dini. Para guru dituntut menguasai metode dengan baik agar mampu memberikan contoh bacaan yang benar dan mendampingi anak-anak sesuai dengan tahapan pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, LTTQ Al-Muhajirin terus berupaya menjaga mutu penerapan Metode Hijroti di seluruh unit pendidikan. Kesamaan standar dan peningkatan kompetensi guru diharapkan semakin memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an sejak dini. (*)
