LP Ma’arif dan SAKO Ma’arif NU Jabar Audiensi dengan Bupati Purwakarta, Kemah Santri HSN 2026 Dipusatkan di Al-Muhajirin


AL-MUHAJIRIN – Persiapan Kemah Santri dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kian matang. Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Ma’arif NU Jawa Barat menggelar audiensi dengan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, di Rumah Dinas Bupati Purwakarta, Rabu, 30 September 2026.
Rombongan diterima langsung oleh Om Zein bersama istrinya, Ibu Tika Puspita Zein. Dalam pertemuan itu dibahas rencana pelaksanaan Kemah Santri yang akan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta.
Kemah Santri dirancang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan sekaligus penguatan karakter santri melalui kegiatan kepesantrenan dan kepramukaan.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Barat yang juga Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (Mabisako) Ma’arif NU PWNU Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., atau Teh Ifa, menyampaikan bahwa jajaran SAKO Ma’arif NU Jawa Barat akan menggelar kegiatan tersebut di Al-Muhajirin.
“Kami dari segenap pengurus SAKO Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Barat, insyaallah dalam rangka Hari Santri Nasional akan melaksanakan kegiatan Kemah Santri yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta,” ujar Teh Ifa.
Beliau menyampaikan, terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Teh Ifa menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, kepesantrenan, dan generasi muda.
“Tentunya berkat dukungan dan sokongan semangat dari Bupati Purwakarta, Om Zein,” katanya.
Menurutnya, dukungan itu menjadi energi tersendiri bagi panitia. Melalui kemah ini, para santri diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian, serta semangat pengabdian.
Bagi LP Ma’arif dan SAKO Ma’arif NU, kemah santri bukan semata kegiatan luar ruang. Pramuka di lingkungan pendidikan Ma’arif menjadi salah satu sarana membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman langsung, kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Purwakarta dipilih sebagai lokasi karena dukungan daerah terhadap ekosistem pendidikan pesantren, serta kesiapan Pondok Pesantren Al-Muhajirin sebagai tuan rumah.
Om Zein menyambut baik rencana tersebut dan mengajak untuk ikut memeriahkan rangkaian kegiatan Hari Santri.
“Jangan lupa semua pada ikutan,” ujarnya.
Ajakan itu mencerminkan harapan Bupati agar seluruh masyarakat khususnya pelajar turut ambil bagian dalam momentum Hari Santri 2026.
Teh Ifa pun menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat tersebut. Menurutnya, Purwakarta memiliki tempat tersendiri bagi Ma’arif NU Jawa Barat.
“Purwakarta selalu jadi tempat istimewa. Hatur nuhun, Om Zein,” ujarnya.
Kemah Santri sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar SAKO Ma’arif NU Jabar di kabupaten dan kota di Jawa Barat. Pada 2026, Purwakarta dipercaya menjadi tuan rumah dengan Pondok Pesantren Al-Muhajirin sebagai pusat kegiatan. (*)
