Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Jumat, 2 Oktober 2026

Berita

PETAMABA STAIM Al-Muhajirin 2026: Ratusan Mahasiswa Baru Disiapkan Menjadi Generasi Penggerak Perubahan

Oleh Fajar Maritim2 Oktober 20263 menit baca
Bagikan artikel ini:
Pembukaan Pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru (PETAMABA) Tahun Akademik 2026–2027 Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIM) Al-Muhajirin Purwakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.

AL-MUHAJIRIN — Ratusan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIM) Al-Muhajirin Purwakarta resmi mengikuti Pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru (PETAMABA) Tahun Akademik 2026–2027 pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Pembukaan acara yang digelar di Aula Syaikh Datul Kahfi (SDK) ini mengusung tema besar: “Merajut Integrasi Ilmu dan Karakter, Membangun Kesadaran Akademik, Menghidupkan Gagasan, dan Menyiapkan Mahasiswa sebagai Generasi Penggerak Perubahan.”

Nuansa khas almamater terasa kental sejak awal. Dominasi warna ungu menghiasi ruangan, berpadu harmonis dengan antusiasme para peserta.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Syaikhuna Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, MA bersama Ibu Pimpinan Dra. Hj. Euis Mar’fuah, MA. Turut hadir Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Ketua STAIM Purwakarta H. Deden Saepudin, M.Hum., beserta seluruh jajaran civitas akademika.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyambut hangat para mahasiswa baru yang tersebar di lima program studi: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Perbankan Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Dalam sambutannya, Hj. Ifa menuturkan bahwa memilih STAIM Al-Muhajirin adalah langkah yang tepat. Beliau menekankan betapa pentingnya sanad keilmuan dalam menuntut ilmu agama.

“Pilihan adik-adikku sekalian di Al-Muhajirin ini adalah pilihan yang tepat, pilihan yang excellent. Kita yakin sumber keberkahan dan segala kebaikan itu tidak lain adalah dengan ilmu. Di Nahdlatul Ulama, kita meyakinkan bahwa al-asanidu minad-din. Sanad atau guru adalah bagian dari komitmen keberagamaan kita,” ujar Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah.

Beliau pun menaruh harapan besar agar ratusan mahasiswa baru ini kelak menjadi generasi penggerak yang membawa kontribusi nyata bagi masyarakat dan dakwah Islam.

“Dengan ratusan mahasiswa baru STAIM, insyaAllah kita bisa mengguncang dan membawa perubahan yang baik, dunia dan akhirat,” tambahnya optimis.

Sementara itu, Ibu Pimpinan PP Al-Muhajirin, Dra. Hj. Euis Mar’fuah, MA, berpesan agar mahasiswa senantiasa dekat dengan lingkungan ilmu—baik sebagai orang yang berilmu (‘aliman), penuntut ilmu (muta’alliman), pendengar ilmu (mustami’an), maupun pencinta ilmu (muhibban).

Sebagai salah satu pencetus berdirinya STAI Al-Muhajirin beliau meyakini kampus ini memiliki prospek cerah untuk terus berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.

“Sebagai pencetus STAI Al-Muhajirin, saya yakin kita bisa membuka jenjang S2 dan S3 di sini, serta benar-benar bisa membuka cakrawala yang mengguncang dunia,” ungkapnya.

Memberikan tausiyah utama, Syaikhuna Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, MA mengingatkan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk membawa seseorang pada kemajuan sejati. Ilmu harus senantiasa berjalan berdampingan dengan iman.

“Ada dua hal yang bisa membuat manusia maju: karena ilmu dan karena iman,” tuturnya.

Syaikhuna menegaskan, ilmu akan mengangkat derajat seseorang apabila dibingkai dengan keimanan dan karakter yang kuat.

Selain itu, beliau juga mengulas pentingnya menjaga tradisi keilmuan (turots) dan keberadaan kiai dalam ekosistem pesantren. Menurutnya, pesantren didirikan murni sebagai bentuk pengabdian, bukan lembaga berorientasi bisnis.

“Pesantren kalau tidak ada kiai, tidak ada turots, tidak akan berjalan. Berbeda dengan pesepak bola, regenerasinya banyak. Pesantren ini didirikan bukan untuk lembaga bisnis, tetapi lillahi ta’ala, untuk menggapai rida Allah SWT,” jelasnya.

Syaikhuna berpesan agar mahasiswa memanfaatkan usia muda dengan sungguh-sungguh untuk menimba ilmu sebagai bekal di masa depan.

“Mumpung masih muda, sok ngaraji, semangat neangan elmuna,” pesannya hangat.

Melalui pembukaan PETAMABA 2026 ini, ratusan mahasiswa baru STAIM Purwakarta resmi memulai perjalanan akademiknya. Acara ini menjadi pintu gerbang bagi mereka untuk menyelami tradisi keilmuan Al-Muhajirin, membangun karakter unggul, serta menyiapkan diri menjadi agen perubahan bagi masyarakat. (*)

Dokumentasi Acara:

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *