BLKK Muslimat NU Jawa Barat Buka Pelatihan Menjahit, Dorong Perempuan Terampil, Mandiri dan Berdaya Saing


BANDUNG – Keterampilan dapat menjadi pintu masuk bagi perempuan untuk membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus membuka peluang usaha. Semangat inilah yang melandasi penyelenggaraan Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa Berbasis Kompetensi oleh Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat.
Program pelatihan yang mengusung tema “Terampil Menjahit, Mandiri Berdaya” tersebut resmi dibuka di Bandung, Rabu, 4 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muslimat NU Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, melalui penguasaan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
Pembukaan pelatihan dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Barat, Dr. Hj. R. Ella Giri Komala, M.M.Pd., beserta jajaran pengurus, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, perwakilan instansi terkait, Ketua BLKK Muslimat NU Jawa Barat Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., serta Ketua Panitia Dra. Hj. Yayah Rokhayati, M.M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua BLKK Muslimat NU Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Ia juga menyambut antusiasme para peserta yang memiliki kemauan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi peluang ekonomi yang semakin kompetitif.
“Alhamdulillah, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Kita harapkan melalui kegiatan Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa bersama BLKK Muslimat NU Jawa Barat ini, para peserta dapat menimba ilmu seluas-luasnya, mengasah keterampilan praktis, dan kelak menjadi perempuan-perempuan mandiri yang sukses serta berjaya di bidangnya,” ungkapnya.
Menurutnya, penguasaan keterampilan praktis menjadi salah satu bekal penting bagi perempuan dalam menghadapi perkembangan dunia kerja. Kemampuan menjahit, misalnya, dapat dikembangkan menjadi berbagai kegiatan produktif, mulai dari menerima pesanan pakaian, membuka jasa jahit dan permak, hingga merintis usaha konveksi sesuai kemampuan dan peluang pasar.
Dengan keterampilan yang memadai, perempuan diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan, membantu perekonomian keluarga, serta mengembangkan potensi dirinya.
Karena itu, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Proses belajar yang dijalani hendaknya menjadi bekal jangka panjang yang terus diasah dan dikembangkan setelah program berakhir.
Pelatihan ini menerapkan pendekatan berbasis kompetensi yang menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan bidang pekerjaan. Melalui pendampingan instruktur yang memiliki sertifikasi kompetensi secara nasional, peserta diarahkan untuk memahami teknik menjahit pakaian wanita dewasa secara bertahap dan sistematis.
Selain mempelajari keterampilan teknis, peserta juga diharapkan dapat membangun kedisiplinan, ketelitian, kreativitas, serta kepercayaan diri dalam menghasilkan produk yang berkualitas.
Aspek kewirausahaan turut menjadi perhatian agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.
Program yang mendapat dukungan alokasi anggaran Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tahun 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama 26 hari pelatihan, mulai 4 November hingga 3 Desember 2026.
Selama mengikuti program, para peserta memperoleh kesempatan untuk belajar melalui praktik langsung dengan dukungan fasilitas pelatihan yang telah disiapkan.
Rangkaian pembukaan juga ditandai dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan perlengkapan pelatihan secara simbolis. Prosesi tersebut menandai dimulainya proses pembelajaran sekaligus komitmen bersama untuk menyukseskan kegiatan hingga selesai.
Kehadiran BLKK Muslimat NU Jawa Barat diharapkan terus memperluas akses pendidikan keterampilan bagi masyarakat, terutama perempuan yang ingin mengembangkan kemampuan dan memperoleh peluang penghasilan secara mandiri.
Melalui program pelatihan berbasis kompetensi, Muslimat NU Jawa Barat turut mengambil peran dalam menyiapkan tenaga kerja terampil sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di tengah masyarakat.
Harapannya, setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dikembangkan menjadi usaha produktif, maupun digunakan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Dengan demikian, semangat “Terampil Menjahit, Mandiri Berdaya” diharapkan terus berlanjut melalui lahirnya perempuan-perempuan terampil, percaya diri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan keluarga serta lingkungan sekitarnya. (*)
Dokumentasi Acara:







