Daftar Santri Berprestasi Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat di Wisuda Tahfidz & Fahmil Mutun

Bagikan artikel ini:
Wisuda Tahfidz & Fahmil Mutun Santri Takhassus Kitab Al-Muhajirin Pusat di Gedung Aula Yudhistira Setda Purwakarta, Selasa 17 Februari 2026.

ALMUHAJIRIN- Semangat keilmuan para santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat terpancar terang dalam acara Wisuda Tahfidz & Fahmil Mutun Santri Takhassus Kitab. Di tengah tema yang menginspirasi, “Dari Hafal Teks dan Paham Makna Lafadz Menuju Transformasi Santri Untuk Peradaban Negeri”, sebanyak 12 santri berprestasi berhasil meraih predikat lulus dengan nilai istimewa, mulai dari “Lulus Pujian” hingga “Lulus Amat Baik”.

Prestasi ini tidak hanya mencerminkan ketekunan, tetapi juga komitmen pesantren dalam mencetak generasi ulama muda yang siap menyumbang bagi kemaslahatan umat dan bangsa.

Acara wisuda yang berlangsung di Gedung Aula Yudhistira Setda Purwakarta Selasa 17 Februari 2026 ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan, termasuk Munaqosyah Tahfidz & Fahmil Mutun pada 9 Februari 2026 di Aula Syaikh Datul Kahfi (SDK) Kampus Pusat.

Para santri telah diuji secara ketat dalam menghafal dan memahami kitab-kitab turats klasik, seperti Matan Al-Jurumiyah (dasar nahwu), Nadzom Imrithi (penguatan nahwu), Nadzom Al-Maqshud (sharaf), ‘Aqidatul Awam (akidah Ahlussunnah wal Jama’ah), Alfiyah Ibnu Malik (nahwu lanjut), serta Al-Waraqaat (ushul fiqh).

Baca Juga:  Makin Banyak Jebolan Santri Al-Muhajirin Tembus Universitas Ternama Dalam dan Luar Negeri: Ailsya Mutmainah Penghafal Quran, Masuk Fakultas Kedokteran UGM

Proses ini menekankan ketepatan redaksi, kedalaman makna, dan penerapan kaidah, sebagai bagian dari tradisi talaqqi, muraja’ah, dan pembacaan nadzom khas pesantren.

Di antara ratusan santri yang diwisuda, 12 nama berikut ini menonjol sebagai santri berprestasi, dengan pencapaian yang patut diapresiasi. Mereka mewakili berbagai tingkatan pendidikan, menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menguasai ilmu agama secara mendalam:

  1. M Aldin Ramadhani (VIII SMP/MTs) – Lulus Pujian pada Matan Al-Jurumiyah.
  2. M Raditya Tsaqib (VIII SMP/MTs) – Lulus Pujian pada Matan Al-Jurumiyah
  3. Aisyah Zahra Talita Efendi (VIII SMP/MTs) – Lulus Pujian pada Matan Al-Jurumiyah.
  4. Fauzan Rahman Hidayat (X MAK) – Lulus Pujian pada Nadzom Imrithi.
  5. Andina Mulfidya Alifa (XI MAK) – Lulus Pujian pada Nadzom Imrithi.
  6. Faiq Ararya Kusumah – Lulus Amat Baik pada Nadzom Al-Maqshud.
  7. M Raditya Tsaqib – Lulus pujian pada Aqidatul Awam
  8. Naaila Siti Luthfia Ningrum (XII MAK) – Lulus Pujian pada ‘Aqidatul Awam.
  9. Wildan Oktapiyansah (IX SMP/MTs) – Lulus Amat Baik pada ‘Aqidatul Awam.
  10. Khairin Nisa – Lulus Baik pada Alfiyah Ibnu Malik.
  11. Moammar Khadafi (XII MAK) – Lulus Amat Baik pada Al-Waraqaat.
  12. Fayzal Haq Zianurrahman Hidayat (XII MAK) – Lulus Amat Baik pada Al-Waraqaat.
Baca Juga:  Pondok Pesantren Al-Muhajirin Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta Periode 2025-2030

Para santri berprestasi ini tidak hanya menghafal teks, tetapi juga memahami makna dan penerapannya, sesuai visi Al-Muhajirin untuk membentuk pemikiran kritis, sistematis, dan bertanggung jawab.

Seperti disampaikan dalam sambutan Ketua Yayasan Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, “Ini bukti transformasi ilmu dari matan menjadi peradaban. Santri-santri ini adalah kader ulama yang akan menerangi dunia lebih terang daripada matahari.”

Baca Juga:  Wisuda Tahfidz & Fahmil Mutun Santri Takhassus Kitab: Al-Muhajirin Pusat Purwakarta Kembali Cetak Ratusan Kader Ulama

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, dalam tausiyahnya menekankan bahwa hafalan adalah jembatan transformasi.

Apresiasi juga datang dari perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, KH. Agus Solahudin, yang menyampaikan pesan dari Dirjen Pontren Kemenag RI: “Al-Muhajirin menyumbangkan kader ulama nyata untuk kemaslahatan umat.”

Hadir pula salam dari Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, mendoakan para santri ini dari Baitullah.

Prestasi para santri ini menjadi inspirasi bagi seluruh warga pesantren. Di usia ke-33, Al-Muhajirin terus Mengakar ke Bumi, Menjulang ke Langit. Selamat kepada para santri berprestasi—semoga hafalan dan pemahaman mereka menjadi amanah untuk membangun peradaban negeri yang lebih baik! (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *