
AL-MUHAJIRIN— Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak. Longsor besar yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, di lereng Gunung Burangrang itu dipicu hujan deras berkepanjangan dan menimbun permukiman warga.
Hingga Senin, 26 Januari 2026, tim SAR gabungan masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi korban. Berdasarkan data sementara dari berbagai laporan resmi, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai sekitar 17 orang, sementara puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Puluhan rumah tertimbun material tanah dan lumpur, serta ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena wilayah tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Atas musibah tersebut, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak bencana.
Dalam pernyataannya, ia mengajak seluruh civitas Yayasan Al-Muhajirin serta masyarakat luas untuk menyatukan empati, doa, dan kepedulian bagi saudara-saudara di Cisarua.
“Doa dan sumbangsih kita untuk Cisarua,” ungkapnya.
Menurutnya, bencana ini bukan hanya peristiwa alam semata, tetapi juga panggilan kemanusiaan agar semua pihak saling menguatkan, baik melalui doa maupun bantuan nyata. Ia berharap para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.
Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta turut mendorong semangat solidaritas dan kepedulian sosial sebagai wujud nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan, di tengah duka mendalam yang menyelimuti Cisarua, Bandung Barat. Al-Fatihah… (*)
