Materi Manajemen OPPAL: Dr. H. Amit Saepul Malik Tekankan Inovasi dan Program Berbasis Visi Pesantren

Bagikan artikel ini:
Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I saat menyampaikan materi manajemen organisasi dalam kegiatan Taujihat Pemimpin Muda OPPAL Masa Khidmat 2026–2027 di Aula Syaikh Datul Kahfi, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat, Jumat (13/2/2026).

AL-MUHAJIRIN — Materi manajemen organisasi menjadi salah satu sesi penting dalam rangkaian Taujihat Pemimpin Muda OPPAL (Organisasi Pelajar Pesantren Al-Muhajirin) Masa Khidmat 2026–2027, yang diselenggarakan di Aula Syaikh Datul Kahfi, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat, Jumat 13 Februari 2026.

Materi ini disampaikan oleh Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pdi yang membuka pemaparannya dengan menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus OPPAL 2026–2027 yang baru dilantik serta motivasi agar menjalankan amanah dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab.

Dalam penyampaian materinya, beliau juga mengenang pengalaman saat menjadi santri Al-Muhajirin dan termasuk generasi awal pengurus OPPAL.

Sebelum bernama OPPAL, organisasi santri saat itu bernama Dewan Santri. Perubahan nama dan sistem organisasi terjadi setelah dilakukan studi banding ke sejumlah pesantren, termasuk Gontor, sehingga lahirlah format OPPAL seperti sekarang.

Baca Juga:  Membanggakan! Tim LKBB SD Plus Al-Muhajirin Raih Juara 1 Tingkat Jawa Barat di ISSAC III Al-Aqsha Sumedang

Beliau mengungkapkan bahwa menjadi pengurus OPPAL merupakan kebanggaan tersendiri karena memberi kesempatan lebih dekat dengan kiai dan para guru serta belajar kepemimpinan secara langsung.

Menjelaskan manajemen organisasi, beliau menekankan pentingnya inovasi dan penyusunan program yang selaras dengan visi, misi, dan motto pesantren sebagaimana yang telah diajarkan Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin MA, saat membuka kegiatan Taujihat Pemimpin Muda ini.

Dr. H Amit kemudian mengutip pandangan Albert Einstein bahwa ada hal yang lebih penting dari pengetahuan, yaitu imajinasi.

Menurutnya, pengurus organisasi harus berani berimajinasi dalam merancang program, karena keberhasilan berawal dari mimpi besar.

Dalam kerangka manajemen, beliau memaparkan konsep konvensional POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta manajemen berbasis kinerja dengan siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act) sebagai pendekatan agar program OPPAL berjalan terukur, evaluatif, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Hari Guru Nasional di Ponpes Al-Muhajirin Pusat: Syaikhuna Tekankan Keteladanan Guru, Pelanjut Perjuangan Rasulullah

Dalam pemaparannya, Dr. H. Amit Saepul Malik menjelaskan bahwa manajemen organisasi tidak dapat dilepaskan dari fungsi dasar yang dikenal dengan konsep POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).

Beliau menerangkan bahwa planning merupakan tahap perencanaan, yakni merumuskan tujuan dan menyusun program kerja yang selaras dengan visi, misi, dan motto pesantren. Tanpa perencanaan yang matang, organisasi akan berjalan tanpa arah. Selanjutnya adalah organizing, yaitu proses pengorganisasian dengan membagi tugas secara proporsional, menyusun struktur yang jelas, serta menempatkan pengurus sesuai kapasitas dan kompetensinya agar tercipta kerja tim yang solid. Tahap berikutnya, actuating, adalah pelaksanaan program yang menuntut kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan menggerakkan anggota agar rencana dapat diwujudkan secara nyata. Adapun controlling merupakan fungsi pengawasan dan evaluasi, yakni menilai sejauh mana program berjalan sesuai rencana serta melakukan koreksi apabila terdapat kekurangan.

Baca Juga:  Selamat! Kevin Adellio Suryajaya Santri SD Plus 2 Al-Muhajirin Purwakarta Raih Juara Nasional Lomba Potret Cerita Anak di Hardiknas 2025

Selain itu, beliau juga memaparkan konsep manajemen berbasis kinerja melalui siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act) sebagai pendekatan perbaikan berkelanjutan.

Pada tahap plan, pengurus merancang kegiatan dengan indikator keberhasilan yang terukur. Tahap do adalah pelaksanaan program sesuai perencanaan. Kemudian check dilakukan dengan mengevaluasi hasil kegiatan secara objektif untuk mengetahui capaian dan kendala yang dihadapi. Terakhir, act merupakan tindak lanjut berupa perbaikan dan penyempurnaan program agar pada pelaksanaan berikutnya lebih efektif dan berkualitas. Menurutnya, dengan menerapkan siklus ini secara konsisten, OPPAL dapat membangun budaya organisasi yang terarah, evaluatif, dan terus berkembang sejalan dengan visi besar pesantren. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *