
ALMUHAJIRIN— Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Jami Al-Amal, Perum POJ Sadang, Kelurahan Ciseureuh, Jumat (6/3/2026). Di tempat inilah civitas akademika STAI Al-Muhajirin Purwakarta menghadirkan sebuah rangkaian kegiatan bertajuk Dakwah Pengabdian Umat, sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Ramadhan yang sarat makna.
Sejak sore hari, aktivitas telah dimulai. Para mahasiswa yang mengenakan seragam khas tampak berbaur dengan masyarakat, menyapa, membantu, sekaligus mempersiapkan rangkaian acara. Tidak ada sekat—semuanya menyatu dalam semangat pengabdian.
Momen paling menyentuh terlihat saat santunan anak yatim piatu diberikan. Satu per satu anak menerima bingkisan dengan penuh rasa syukur. Para dosen dan mahasiswa menyambut mereka dengan senyum hangat, bahkan beberapa tampak menyalami dengan penuh takzim. Sentuhan sederhana itu menghadirkan makna yang dalam: bahwa kepedulian tidak selalu harus besar, tetapi harus tulus.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin akrab. Hidangan sederhana tersaji, namun terasa istimewa karena dinikmati bersama. Tawa ringan, percakapan hangat, dan doa-doa yang terucap menjadikan buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum mempererat kebersamaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah yang menjadi penutup rangkaian Tarawih Keliling. Dalam suasana khusyuk, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, mengikat hati para jamaah dalam satu tujuan: mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini mencerminkan komitmen STAI Al-Muhajirin Purwakarta dalam menjalankan peran sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat. Nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan pengabdian menjadi ruh yang terus dijaga.
Ramadhan, dalam bingkai kegiatan ini, tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah personal, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah. Harapannya, langkah kecil yang dilakukan bersama ini mampu menghadirkan keberkahan yang luas—tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat.(*)
