Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Sabtu, 15 Agustus 2026

Berita

Dr. Hj. Ifa Faizah: PESBUQ ke-16 Al-Muhajirin Pusat Perkuat Kaderisasi Ulama melalui Kitab Kuning

Oleh Fajar Maritim14 Agustus 20264 menit baca
Bagikan artikel ini:
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan sambutan dalam pembukaan PESBUQ ke-16 di Lapangan Al-Muchtar, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Jumat malam, 14 Agustus 2026.

AL-MUHAJIRIN– Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat kembali menggelar Pekan Musabaqah Qira’atil Kutub (PESBUQ) ke-16 tahun 1448 Hijriah. Kegiatan tahunan yang mengusung tema “Memenangkan Persaingan Global dengan Penguasaan Ilmu-ilmu Kitab Kuning” tersebut dibuka di Lapangan Al-Muchtar, Jalan Veteran, Purwakarta, Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Pembukaan PESBUQ berlangsung khidmat dan semarak. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan selawat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, serta Himne Al-Muhajirin.

Para santri turut memeriahkan acara melalui beragam penampilan, mulai dari nazam dan seni vokal Islami hingga pembacaan puisi. PESBUQ ke-16 kemudian dibuka secara resmi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Dr. KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, M.A., didampingi Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., jajaran kepala sekolah, asatiz, serta panitia. Pembukaan ditandai dengan pembacaan basmalah, selawat, dan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan penabuhan gong.

PESBUQ merupakan agenda tahunan khas Al-Muhajirin yang menjadi sarana bagi para santri untuk mengasah kemampuan membaca, memahami, dan menjelaskan kandungan kitab kuning. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam menjaga kesinambungan keilmuan para ulama serta mempersiapkan kader-kader penerus dakwah.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PESBUQ tahun ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sepanjang bulan Rabiulawal.

Baca Juga:  Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD LASQI NJ 1970 Purwakarta

Beliau mengajak seluruh santri menjadikan momentum tersebut sebagai jalan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui selawat, pendalaman ilmu, dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan dengan memperbanyak selawat terbuka berbagai kemudahan dan keberkahan. Semangat itu kita kuatkan dengan ilmu serta amal dari apa yang telah kita pelajari,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Hj. Ifa juga menyampaikan penghormatan dan doa kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., beserta Ibunda Dra. Hj. Euis Marfuah, M.A. Ia berharap keduanya senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan dalam membimbing keluarga besar Al-Muhajirin.

Ucapan selamat turut disampaikan kepada KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas yang baru menyelesaikan pendidikan doktor dengan predikat cum laude. Capaian tersebut diharapkan menjadi teladan bagi para santri agar terus belajar sepanjang hayat.

“Mudah-mudahan menjadi semangat bagi kita semua untuk meneruskan semangat belajar sepanjang hayat. Inilah persembahan terbaik Al-Muhajirin untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan para nabi melalui program penguatan kitab kuning,” tuturnya.

Menurutnya, PESBUQ telah menjadi ikon Al-Muhajirin yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Melalui kegiatan ini, para santri dipersiapkan menjadi kader ulama yang akan melanjutkan perjuangan dakwah dengan bekal keilmuan yang bersumber dari khazanah kitab kuning.

Beliau mengingatkan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi. Karena itu, mempelajari kitab-kitab karya ulama terdahulu berarti menelusuri dan mendalami warisan keilmuan yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Kajian Kitab Sirojul Munir Bersama Syekh Imanuddin Najib di Ponpes Al-Muhajirin Kampus Pusat Purwakarta

“Dengan mengkaji, memperdalam, dan memperkuat kajian terhadap kitab-kitab para ulama, kita sedang menggali apa yang diwariskan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Dr. Hj. Ifa berharap ilmu yang dipelajari para santri tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal teks. Pemahaman terhadap kitab kuning harus mampu membentuk hati, sikap, dan perilaku serta memberikan tuntunan dalam kehidupan.

“Mudah-mudahan apa yang kita kaji tidak berhenti pada teks yang dihafalkan dan dibaca. Semoga keberkahan dari tafaqquh ini melahirkan hati yang dibimbing dan diberikan cahaya oleh Allah SWT, sehingga ilmu tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Penguatan kajian kitab kuning, lanjutnya, sejalan dengan semangat Al-Muhajirin untuk terus mengakar pada warisan para ulama sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Ilmu yang dipelajari di pesantren diharapkan melahirkan kesalehan pribadi, kesalehan sosial, dan kesalehan yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Al-Muhajirin berupaya menggali warisan para aulia dan ulama. Kita senantiasa mengakar ke bumi dengan nilai-nilai kesalehan pribadi dan sosial, kemudian menjadikannya sebagai amal menuju langitnya Allah SWT. Dari Al-Muhajirin untuk dunia,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Ifa juga mengenang prestasi santri Al-Muhajirin dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub tingkat nasional yang diselenggarakan PBNU. Saat itu, salah seorang santri Al-Muhajirin bernama Zulfan berhasil meraih juara kedua tingkat nasional dan mampu bersaing dengan para peserta dari sejumlah pesantren besar di Indonesia.

Baca Juga:  Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta Ucapkan Selamat Milangkala ke-80 Provinsi Jawa Barat

“Al-Muhajirin pernah meraih juara kedua tingkat nasional Musabaqah Qira’atil Kutub PBNU. Prestasi itu menjadi bukti bahwa kekhasan Al-Muhajirin Kampus Pusat dalam mendalami kitab kuning benar-benar menjadi prioritas,” katanya.

Prestasi serupa juga pernah ditorehkan melalui Olimpiade Nahwu dan Sharaf. Catatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi kajian kitab kuning telah lama tumbuh dan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Pondok Pesantren Al-Muhajirin.

Dr. Hj. Ifa menegaskan bahwa khazanah keilmuan para ulama salaf tetap relevan untuk membantu menjawab berbagai persoalan masyarakat, umat, dan bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak para santri untuk selalu memiliki ikatan batin dengan guru, ulama, dan kitab-kitab yang dipelajari di pesantren.

“Teruslah menautkan diri dengan kajian para ulama salaf. Apa pun profesi dan jalan kehidupan kalian pada masa mendatang, semoga panggilan jiwa untuk mencintai ilmu dan kitab kuning tidak pernah hilang,” pesannya.

Beliau turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah, pengasuh, asatiz, ustazah, serta jajaran Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Al-Muhajirin (OPPAL) yang telah mempersiapkan pelaksanaan PESBUQ ke-16.

Melalui PESBUQ, Al-Muhajirin berharap lahir generasi yang mampu menjaga tradisi keilmuan pesantren, mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat, dan menghadapi persaingan global tanpa kehilangan akar keislaman serta warisan intelektual para ulama. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *