Konser Musik Al-Muhajirin Pusat, Merayakan Hari Santri dengan Seni dan Kebahagiaan

AL-MUHAJIRIN — Suara anak-anak yang mengajak untuk terus mengaji, lantunan selawat, hingga lagu penghormatan kepada kiai mengisi Lapang Al-Mukhtar, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat, Sabtu malam, 24 Oktober 2026. Tepuk tangan dan sambutan hangat penonton mengiringi penampilan yang bergantian naik ke panggung.
Konser Musik Al-Muhajirin Pusat menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Panggung tersebut mempertemukan kreativitas lintas jenjang, dari anak-anak TK, siswa sekolah, para guru, hingga mahasiswa, dalam suasana kebersamaan keluarga besar pesantren.
Di antara nyanyian dan iringan musik, terselip pesan tentang rasa syukur, kecintaan kepada Rasulullah SAW, penghormatan kepada guru, serta pentingnya menjaga kerendahan hati. Seni menjadi cara menyampaikan nasihat sekaligus menghadirkan kegembiraan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, kemudian menyampaikan tausiah dan memimpin doa.
Dalam pesannya, Syaikhuna mengajak keluarga besar pesantren memahami bahwa membahagiakan orang lain merupakan perbuatan yang bernilai ibadah. Penampilan seni dapat menjadi bagian dari kebaikan tersebut sepanjang tetap memperhatikan tuntunan agama dan etika.
“Menyenangkan dan membahagiakan orang adalah satu ibadah yang sangat tinggi nilainya,” tuturnya.
Menurut Syaikhuna, membahagiakan sesama tidak selalu memerlukan pemberian materi. Wajah yang ramah, perkataan yang baik, dan sikap yang menyenangkan juga dapat menghadirkan kebahagiaan bagi orang di sekitar.
“Kalau kita tidak bisa membahagiakan orang, jangan bikin susah,” pesannya.
Beliau pun mengingatkan agar kesenian yang ditampilkan memiliki nilai dan makna. Kreativitas perlu menghadirkan sesuatu yang baik untuk dinikmati sekaligus memberi manfaat bagi kehidupan.
Dalam doanya, Syaikhuna memohon agar kegiatan tersebut membawa kebaikan bagi pendidikan, kecerdasan, kebahagiaan, dan kehidupan keluarga besar pesantren. Ia juga mendoakan para santri menjadi anak-anak saleh dan salehah yang mampu melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW.
Panggung Kreativitas Lintas Generasi
Keceriaan terasa ketika anak-anak TK Al-Muhajirin tampil membawakan nyanyian bertema mengaji. Pesan untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an disampaikan melalui lagu yang dekat dengan dunia anak-anak.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari pembawa acara dan penonton. Dari panggung, anak-anak belajar tampil bersama, mengikuti irama, serta membangun keberanian di hadapan banyak orang.
Kemeriahan berlanjut melalui penampilan siswa SD Plus 1 Al-Muhajirin yang membawakan selawat. Para guru Day Care dan Rumah Tahfiz Al-Muhajirin juga ikut mengisi acara, menghadirkan kebersamaan antara pendidik dan peserta didik dalam satu panggung seni.
Sementara itu, perwakilan SMP–MTs Al-Muhajirin membawakan lagu Sang Kiai. Lagu tersebut menghadirkan pesan penghormatan terhadap ketulusan para guru dalam mendidik dan membimbing santri.
Di sela pertunjukan, panitia mengumumkan para pemenang lomba mewarnai tingkat pra-SD serta kelas I–III SD dalam rangka Hari Santri Nasional. Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., diundang menyerahkan hadiah kepada para pemenang.
Penghargaan itu menambah kegembiraan anak-anak sekaligus memberi ruang apresiasi bagi kreativitas mereka.
Pesan Akhlak melalui Drama
Selain penampilan musik dan vokal, mahasiswa STAIM Al-Muhajirin menyuguhkan drama teatrikal tentang prasangka, ketulusan, dan kesempatan seseorang untuk memperbaiki diri.
Dalam cerita tersebut, seorang pemuda yang ingin mengikuti pengajian justru ditolak karena penampilannya. Namun, ketika terjadi perselisihan, pemuda itu tetap berusaha melindungi tempat pengajian dan orang yang telah merendahkannya.
Cerita berakhir dengan penyesalan, permintaan maaf, dan kesadaran bahwa penampilan luar tidak selalu mencerminkan keadaan hati seseorang.
Melalui adegan tersebut, para mahasiswa menyampaikan pesan agar ilmu melahirkan kerendahan hati. Orang yang ingin belajar dan berubah perlu dibimbing dengan sikap yang baik.
Drama itu mendapat tepuk tangan dari penonton dan apresiasi dari Ketua STAIM Al-Muhajirin, H. Deden Saepudin, M.Hum.
Rangkaian penampilan berikutnya kembali membawa penonton menikmati musik. Perwakilan asrama putri membawakan Beranjak Dewasa, sementara siswa SMA Al-Muhajirin tampil dengan lagu Takkan Berpaling dari-Mu. Penampilan duet dari MTs turut melengkapi keragaman sajian malam itu.
Pada bagian akhir, kelompok siswa SMA mempersembahkan Sang Kiai untuk para guru, kemudian melanjutkan penampilan dengan iringan alat musik secara langsung.
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., serta Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Dr. KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, mengikuti kegiatan hingga selesai.
Menutup acara, pembawa acara menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengisi acara, para pendidik, tim tata suara, tim media, dan semua pihak yang mendukung jalannya konser. Malam perayaan Hari Santri itu memperlihatkan bagaimana panggung seni dapat menjadi tempat belajar, menyampaikan pesan, dan berbagi kebahagiaan. (*)
