Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Kamis, 22 Oktober 2026

Berita

Dianugerahi Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Barat, Syaikhuna KH Abun Bunyamin Sampaikan Lima Pesan di Hari Santri

Oleh Fajar Maritim22 Oktober 20263 menit baca
Bagikan artikel ini:
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., menyampaikan tausiyah dalam Perayaan Hari Santri Nasional 2026 bersama 1.000 Tokoh se-Jawa Barat di Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Kamis (22/10/2026).

AL-MUHAJIRIN — Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., menyampaikan lima pesan penting tentang karakter seorang santri dalam Perayaan Hari Santri Nasional 2026 bersama 1.000 Tokoh se-Jawa Barat, di Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Kamis, 22 Oktober 2026.

Di hadapan para kiai, pimpinan pesantren dan tokoh dari berbagai daerah di Jawa Barat, Syaikhuna menyampaikan bahwa kekuatan santri tidak semata-mata terletak pada keluasan ilmu. Ada karakter yang selama berabad-abad tumbuh dan dijaga dalam kehidupan pesantren: kesederhanaan, adab, keikhlasan, keteguhan menghadapi ujian, serta membawa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Pesan pertama yang ditekankan Syaikhuna adalah kesederhanaan. Menurutnya, kesederhanaan merupakan salah satu ciri yang melekat dalam kehidupan santri. Pesantren mendidik seseorang untuk menjalani kehidupan secara wajar, tidak berlebihan, serta mampu menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.

Kedua, santri harus memiliki adab. Tradisi pesantren menempatkan adab sebagai bagian penting dalam proses mencari ilmu. Penghormatan kepada guru, orang tua, sesama manusia, serta kemampuan menjaga sikap menjadi fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari identitas seorang santri.

Pesan ketiga adalah meluruskan niat dan menjaga keikhlasan dalam beragama. Ilmu, pengabdian, maupun perjuangan yang dilakukan seorang santri hendaknya lahir dari niat yang baik dan tulus untuk agama serta kemaslahatan umat.

Syaikhuna kemudian mengingatkan pentingnya tekad yang kuat ketika menghadapi ujian. Perjalanan pesantren, menurutnya, tidak pernah terlepas dari tantangan.

Pesantren justru tumbuh dan menjadi besar melalui berbagai ujian yang dihadapi dengan kesabaran, keteguhan dan ikhtiar. Karena itu, santri tidak boleh mudah menyerah ketika berhadapan dengan kesulitan.

“Pesantren tidak akan besar kalau tidak diuji,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Syaikhuna dalam momentum Hari Santri tersebut.

Pesan kelima adalah menjadikan keberadaan santri sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Santri diharapkan mampu menghadirkan manfaat, kedamaian dan kebaikan di tengah masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kehadiran Syaikhuna dalam peringatan Hari Santri Nasional tersebut juga menjadi momentum istimewa. Dalam rangkaian kegiatan, Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., menerima Imam Jazuli Awards 2026 sebagai salah satu tokoh inspiratif dan berpengaruh di Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi, inovasi dan pengabdian dalam memajukan dunia pesantren, pendidikan, serta kemandirian umat di berbagai bidang.

Perayaan Hari Santri Nasional bersama 1.000 Tokoh se-Jawa Barat berlangsung di Aston Cirebon Hotel & Convention Center. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi para tokoh sekaligus momentum untuk kembali meneguhkan kontribusi pesantren dan santri dalam perjalanan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.

Bagi Syaikhuna, Hari Santri pada akhirnya tidak berhenti sebagai sebuah peringatan tahunan. Nilai kesantrian harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari: hidup sederhana, menjaga adab, ikhlas dalam berjuang, kuat menghadapi ujian, dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi kehidupan.

Lima nilai itulah yang telah menghidupkan pesantren dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi bekal santri untuk terus mengabdi kepada agama, bangsa dan kemanusiaan.

Dokumentasi Acara:

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *