HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat Gelar Safari Dakwah Ramadan 1447 secara Daring, Menghimpun Muslimat NU Se-Jawa Barat Selama Lima Hari

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN- Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim (HIDMAT) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat sukses membuka rangkaian Safari Dakwah Ramadan 1447 H pada Senin, 1 Maret 2026. Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting, menghimpun Muslimat NU se-Jawa Barat dan akan berlangsung hingga 5 Maret 2026 (11–15 Ramadan 1447 H).

Sejak hari pertama, Safari Dakwah ini langsung diikuti oleh Muslimat NU dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat. Suasana terasa hangat, penuh doa, dan sarat semangat dakwah digital yang menggugah.

Acara dipandu oleh Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Sekretaris PW HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat, yang bertindak sebagai MC.

Kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin Ibu Hajah Didah Siti Hamdiah dari Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya, lantunan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas dibawakan oleh Ibu Hajah Elis dari Sukabumi.

Suasana semakin syahdu saat utusan dari Kota Depok dan Kota Bogor memimpin pembacaan Shalawat Badar dan Shalawat Nahdliyah secara bersama-sama. Ratusan peserta yang hadir secara virtual pun larut dalam nuansa ruhaniah yang mendalam.

Ketua PW HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat, Dra. Hj. Euis Badriah Nur Asikin, M.M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Pada hari ini rasa bahagia tak terkira. Alhamdulillah. Mudah-mudahan kebahagiaan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini menjadikan kita bisa bersama-sama bertemu dalam dunia baru kita, dunia digital,” ujarnya.

Baca Juga:  Santri SMP Fullday Al Muhajirin Raih Prestasi di Ajang Lomba Renang Usia 13-16 Tahun

Ia mengatakan bahwa Safari Dakwah Ramadan merupakan wujud nyata eksistensi perangkat Muslimat NU yang semakin berkembang dan bermanfaat bagi umat.

“Ini akan kita pergunakan sebaik-baiknya untuk tujuan dakwah kita. Terima kasih kepada seluruh teman-teman HIDMAT Jawa Barat, kabupaten/kota, dewan pakar, dan para pengisi acara. Semoga semuanya menjadi ladang khidmat kita,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh panitia dan pengurus PC Muslimat NU se-Jawa Barat yang turut menyukseskan acara ini.

“Kualitas puasa kita bukan sekadar menahan lapar, tetapi harus memberikan dampak positif bagi individu, lingkungan, dan masyarakat. Semoga amaliah Ramadan kita dilipatgandakan pahalanya dan mengantarkan kita pada derajat takwa,” pesannya.

Peran Ilmu Akidah dalam Kehidupan

Materi utama berjudul Peran Ilmu Akidah dalam Kehidupan disampaikan oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat, Dr. Hj. R. Ella M. Giri Komala, M.M.Pd. Ia mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, kegiatan ini adalah wujud nyata perangkat Muslimat NU yang semakin semarak. Sejak tahun lalu, kita semakin terlihat eksis dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Ning Margaret Aliatul Maimunah, Ketua Pengurus Pusat Fatayat NU sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Mari kita doakan semoga husnul khatimah dan diampuni segala dosanya,” ucapnya, seraya memimpin pembacaan Al-Fatihah yang diikuti seluruh peserta.

Baca Juga:  SD Plus 6 Al-Muhajirin Karawang Sukses Gelar Imunisasi Bagi Seluruh Murid Kelas 1

Memasuki materi inti, Dr. Ella menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat tiga cabang ilmu utama: akidah, syariah, dan akhlak. Dari ketiganya, akidah adalah fondasi paling mendasar.

“Tanpa akidah yang kuat, syariah dan akhlak tidak akan kokoh,” tegasnya.

Ia menjelaskan beberapa ruang lingkup akidah, di antaranya:

  • Akidah Ilahiyah, yakni keyakinan tentang ketuhanan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
  • Akidah Diniyah, yaitu pemahaman Ahlusunnah wal Jamaah yang dianut Muslimat NU.
  • Pemahaman tentang sifat-sifat Allah dan sifat-sifat Rasul.
  • Akidah Ghaibiyah, keyakinan terhadap malaikat, termasuk Raqib dan Atid yang mencatat amal manusia.
  • Akidah Nubuwah, keyakinan terhadap para nabi dan rasul serta meneladani sifat siddiq, tabligh, amanah, dan fatanah.
  • Akidah Sam’iyah, keyakinan terhadap perkara gaib seperti maut, alam kubur, hisab, hingga surga dan neraka.

“Maut adalah pintu yang pasti dilalui setiap jiwa. Peristiwa wafatnya saudari kita menjadi pengingat bahwa usia tidak mengenal muda atau tua,” tuturnya penuh hikmah.

Beliau juga mengajak seluruh Muslimat NU untuk melakukan takhalli, membersihkan diri dari sifat-sifat buruk agar tidak terjerumus oleh hawa nafsu.

“Akidah yang kuat akan menjaga kita dari perbuatan terlarang,” pesannya.

Di akhir penyampaiannya, Dr. Ella kembali menegaskan harapan besarnya agar Ramadan menjadi momentum transformasi diri.

Baca Juga:  Kopontren Al Muhajirin Akan Gelar Talk Show Bisnis Bersama Presiden OTAi Group Malaysia, Catat Waktu dan Tempatnya!

“Kualitas puasa kita harus berdampak nyata bagi diri, keluarga, dan masyarakat. Mari isi Ramadan dengan ilmu, amal, dan akidah yang kokoh agar mencapai derajat takwa,” pungkasnya.

Safari Dakwah Ramadan 1447 H akan berlangsung hingga 5 Maret 2026 (11–15 Ramadan 1447 H) dengan menghadirkan sejumlah pemateri utama dengan tema-tema aktual dan relevan, di antaranya:

  • Prof. Dr. dr. Yoni Fuadah Syukriani, M.Si., DFM – Masalah Malpraktik Kedokteran
  • Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S. – Kepedulian Sosial sebagai Bentuk Kesempurnaan Iman
  • Dra. Hj. Euis Badriah Nur Asikin, M.M.Pd. – Sambutan dan Penguatan Organisasi
  • Dr. Hj. R. Ella M. Giri Komala, M.M.Pd. – Peran Ilmu Akidah dalam Kehidupan
  • Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. – I’jaz Ilmi dalam Al-Qur’an
  • Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si. – Psikologi Dakwah

Safari Dakwah ini juga menjadi ajang absensi virtual bagi Muslimat NU se-Jawa Barat. Kabupaten/kota dengan kehadiran terbaik akan mendapatkan apresiasi khusus pada penutupan acara.

Kegiatan ini dapat disaksikan secara langsung maupun melalui tayangan ulang di kanal YouTube HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat.

Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat akidah, meningkatkan kualitas ibadah, dan menebar manfaat seluas-luasnya bagi umat. Wallahu a’lam bish-shawab. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *