Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Sabtu, 15 Agustus 2026

Berita

Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta Apresiasi Penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional

Oleh Fajar Maritim11 November 20252 menit baca
Bagikan artikel ini:
Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang diterima oleh ahli warisnya, Ibu Sinta Nuriyah, didampingi putrinya, Yenny Wahid, dalam upacara Hari Pahlawan di Istana Negara pada 10 November 2025.

PURWAKARTA — Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas penetapan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025. Menurutnya, keputusan pemerintah ini menjadi pengakuan penting terhadap kontribusi besar Gus Dur dalam perjuangan kemanusiaan, demokrasi, dan kebangsaan.

Dr. Ifa menegaskan bahwa Gus Dur bukan hanya milik Nahdliyin, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Gagasan beliau tentang pluralisme, toleransi, dan pembelaan terhadap kelompok yang terpinggirkan telah menjadi inspirasi banyak kalangan, termasuk civitas Al-Muhajirin.

Baca Juga:  Antusiasme Santri hingga Kepala Unit Sambut Gebyar Hari Santri Nasional 2024 di Al-Muhajirin Purwakarta

“Gus Dur telah menunjukkan bahwa perjuangan seorang pemimpin tidak hanya dilakukan di medan peperangan, tetapi melalui keberanian moral, keteguhan sikap, dan pembelaan terhadap nilai kemanusiaan. Penetapan beliau sebagai Pahlawan Nasional merupakan momentum bagi kita untuk meneguhkan kembali komitmen pada nilai-nilai tersebut,” ujar beliau.

Ketua Yayasan juga mengajak santri, guru, dan keluarga besar Al-Muhajirin untuk meneladani keteladanan Gus Dur dalam memperkuat persaudaraan, mengedepankan kedamaian, dan menanamkan sikap toleransi dalam kehidupan berbangsa.

Baca Juga:  Mufham, Metode Unggulan Kitab Kuning Khas Al-Muhajirin yang Bikin Mudah Paham dan Belajar Jadi Menyenangkan

“Di pesantren, nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur selaras dengan visi keislaman yang ramah, inklusif, dan mencerahkan. Ini menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu berkontribusi bagi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” tambahnya.

Di lingkungan Al-Muhajirin, momentum penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional disambut dengan refleksi dan doa bersama, sekaligus penguatan pemahaman santri mengenai kontribusi para tokoh bangsa dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Baca Juga:  H. Deden Saepudin,, M.Hum Resmi di Lantik Jadi Ketua IPHI Kab. Purwakarta

Peneguhan status Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional diharapkan dapat memperluas inspirasi bagi dunia pesantren untuk terus menghadirkan peran strategis dalam pembangunan umat dan bangsa. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *