Peran Guru Harus Menguasai Bukan Dikuasai Dunia Digital untuk Kemajuan Pendidikan


AL-MUHAJIRIN— Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PWNU Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan pengarahan utama dalam acara Pembinaan Tenaga Pendidik sekaligus Pelantikan Kepala Madrasah LP Ma’arif PCNU Kabupaten Sumedang, Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) LP Ma’arif NU ke-97.
Pada agenda strategis tersebut, Teh Hj. Ifa —sapaan akrab Tokoh Pendidikan Jawa Barat ini— menekankan pentingnya adopsi teknologi bagi para pendidik tanpa mengesampingkan keteladanan dan sentuhan hati seorang guru.
Kendalikan Teknologi, Utamakan Nilai Kemanusiaan
Menanggapi arus digitalisasi, Hj. Ifa menyoroti perubahan pola belajar generasi muda yang kian mengandalkan mesin pencari dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, tantangan utama pendidik saat ini adalah mengendalikan perkembangan teknologi demi menunjang pembelajaran, bukan sebaliknya.
“Guru mulai dikesampingkan karena anak-anak banyak yang bertanya kepada ‘Mbah Google’ atau AI yang memiliki kecepatan mengingat puluhan ribu kali lipat. Kita yang harus memegang kendali atas teknologi, bukan dikendalikan. Manfaatkan AI untuk mempermudah tugas kita sebagai guru,” tegasnya di hadapan para peserta.
Meski kemajuan teknologi melaju pesat, beliau mengingatkan bahwa kemuliaan profesi guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin mana pun.
“Kita harus pandai membaca arah 20 tahun ke depan demi masa depan anak-anak kita. Guru itu sangat mulia karena memiliki hati—suatu nilai hakiki yang tidak akan pernah dimiliki oleh ChatGPT maupun AI lainnya,” tambahnya.

Sumedang Sentral LP Ma’arif Jabar & Dorongan Modernisasi
Dalam paparannya, Hj. Ifa memberi apresiasi khusus kepada para pendidik dan pengurus di Sumedang. Beliau menilai Kabupaten Sumedang sebagai salah satu benteng utama penguatan dan pengembangan pendidikan LP Ma’arif di Jawa Barat.
Sebagai bentuk modernisasi sarana pembelajaran, beliau mendukung penyaluran bantuan berupa perangkat TV Dashboard bagi madrasah-madrasah di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Menutup orasinya, Teh Hj. Ifa membakar semangat para peserta dengan menegaskan kembali nilai-nilai perjuangan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Beliau mengingatkan bahwa pengabdian di LP Ma’arif merupakan ikhtiar melanjutkan cita-cita pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, seraya menggemakan jargon: “Ma’arif Maju, Aswaja Pasti Jaya!”
Acara yang mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Integritas Pendidik serta Tenaga Kependidikan menuju Pendidikan Ma’arif NU Sumedang yang Berkualitas” ini disambut hangat oleh para pejabat dan tokoh masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si., Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH. Idad Isti’dad, Ketua LP Ma’arif PCNU Sumedang H. Nuroni Octora, S.Kom., jajaran pengurus PCNU, serta perwakilan Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, dengan dipandu oleh Rizal Garnama selaku Master of Ceremony (MC).
Dokumentasi Kegiatan:







