Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta Syaikhuna KH Abun Bunyamin Dilantik sebagai Rais Syuriah PBNU Masa Khidmat 2026–2031


AL-MUHAJIRIN — Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, resmi dilantik sebagai Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (24/10/2026), dipimpin Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya amanah Syaikhuna dalam jajaran kepengurusan PBNU periode baru. Beliau diamanahkan sebagai salah satu Rais dalam jajaran Syuriah bersama sejumlah ulama dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelumnya, nama Syaikhuna telah diumumkan dalam susunan kepengurusan PBNU pada 30 September 2026. Amanah di tingkat nasional ini melanjutkan perjalanan pengabdian beliau dalam pendidikan pesantren dan Nahdlatul Ulama, termasuk kiprahnya sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Barat. Dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, beliau juga mendapat kepercayaan sebagai salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Sebelum prosesi pelantikan, Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin membacakan surat keputusan tentang pengesahan komposisi dan personalia PBNU masa khidmat 2026–2031. Acara tersebut juga disiarkan secara daring melalui YouTube TVNU.
Dalam keterangannya, Gus Kikin menyampaikan bahwa penyusunan kepengurusan telah mempertimbangkan berbagai aspek kecakapan, keterwakilan wilayah, serta kesinambungan antargenerasi. Ia mengakui bahwa susunan tersebut masih mungkin memiliki kekurangan sebagai bagian dari keterbatasan manusia dalam mengemban tanggung jawab organisasi.
Gus Kikin turut menekankan pentingnya persatuan ulama dan keselarasan langkah dalam menjalankan khidmah. Menjaga tradisi pesantren serta merawat keutuhan negeri menjadi pesan yang disampaikannya dalam momentum pelantikan tersebut.
“Prosesi pelantikan PBNU di Pesantren Al-Hamid ini, kami berharap semua ulama bersatu dan berada dalam satu SOP untuk bersama-sama membangun, agar tradisi pesantren terjaga dan keutuhan negeri yang kita cintai tetap terpelihara,” ujar Gus Kikin.
Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, amanah yang diemban Syaikhuna menjadi kebanggaan sekaligus pengingat akan besarnya tanggung jawab pengabdian. Kiprah yang tumbuh melalui pengasuhan santri, pengajaran ilmu agama, dan pembinaan masyarakat kini berlanjut dalam ruang khidmah yang lebih luas.
Kehadiran Syaikhuna dalam jajaran Rais Syuriah PBNU diharapkan turut menguatkan tradisi keilmuan pesantren dan pengamalan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
Selamat dan berkah atas pelantikan Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, sebagai Rais Syuriah PBNU masa khidmat 2026–2031. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, kekuatan, dan keteguhan kepada beliau dalam menjalankan amanah serta melanjutkan pengabdian bagi pesantren, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat luas. (*)
Dokumentasi Acara:




