
PURWAKARTA – Dunia pendidikan kembali mendapat warna baru dengan hadirnya sebuah karya ilmiah yang menghubungkan realitas digital dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag, C.SQ, Ketua STAI Al-Muhajirin Purwakarta, resmi meluncurkan bukunya yang berjudul Ekonomi Digital: Konsep dan Implementasi Berbasis Al-Qur’an.
Buku ini hadir di tengah derasnya arus transformasi digital yang merambah hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk ekonomi. Dr. Cece berusaha menghadirkan perspektif, yaitu bagaimana digitalisasi ekonomi tidak hanya dipandang dari kacamata teknologi dan bisnis semata, melainkan juga dituntun oleh prinsip-prinsip ilahiah sebagaimana yang diajarkan Al-Qur’an.
Dalam bukunya, Dr. Cece mengupas berbagai konsep digital ekonomi, mulai dari transaksi daring, perkembangan marketplace, hingga dinamika finansial teknologi (fintech).
Semua itu ia letakkan dalam bingkai moral dan etika Qur’ani, agar umat Islam mampu menavigasi perkembangan digital dengan tetap menjaga nilai keadilan, keberkahan, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Ekonomi digital adalah realitas yang tak bisa kita hindari. Namun, umat Islam harus tetap memiliki panduan, dan Al-Qur’an adalah sumber utama yang mampu menuntun kita menghadapi perubahan ini.
Penerbitan buku ini juga menjadi kebanggaan bagi civitas akademika STAI Al-Muhajirin. Sebagai kampus yang dikenal dengan moto Dynamic & Superior, hadirnya karya ini menambah kontribusi nyata Al-Muhajirin dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam bidang literasi keilmuan.
Ucapan selamat dan sukses mengalir dari berbagai kalangan atas terbitnya buku ini. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi referensi penting, tidak hanya bagi mahasiswa dan akademisi, tetapi juga para pelaku ekonomi digital yang ingin menyeimbangkan antara inovasi teknologi dengan tuntunan spiritual.
Terbitnya buku Ekonomi Digital: Konsep dan Implementasi Berbasis Al-Qur’an ini menjadi penegas akan pentingnya peran pendidikan Islam dalam menjembatani kemajuan teknologi dan nilai-nilai kehidupan yang luhur. (*)