Semarak! 177 Anak TK/RA dan SD/MI Meriahkan Festival Santri 2026 di Ponpes Al-Muhajirin 5 Wanayasa

AL-MUHAJIRIN – Kemeriahan dan keceriaan menyelimuti Pondok Pesantren Al-Muhajirin 5, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (7/11/2026).
Sebanyak 177 anak dari jenjang TK/RA dan SD/MI menunjukkan bakat dan kemampuan dalam Festival Santri 2026.
Mengusung tema “Semangat Santri, Jiwa Pahlawan, Generasi Hebat untuk Negeri”, festival ini diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri dan Hari Pahlawan 2026.
Terdapat enam cabang perlombaan yang dipertandingkan, yakni Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Murottal Al-Qur’an, Adzan, Pidato, Mewarnai, dan Kaligrafi.
Ketua Yayasan Al-Muhajirin sekaligus Direktur Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., hadir langsung memberikan apresiasi dan motivasi kepada para peserta.
Menurut Hj. Ifa, Festival Santri menjadi wadah untuk mengasah keberanian, mengembangkan bakat, serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Beliau menilai setiap anak memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan. Melalui perlombaan, mereka memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar menghadapi tantangan dengan penuh percaya diri.
Pada cabang MHQ, para peserta bergantian melafalkan hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan dewan juri. Hafalan yang telah mereka pelajari diuji melalui kelancaran dan ketepatan bacaan.
Sementara itu, pada cabang murottal, para peserta bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara tartil, dengan bacaan yang tenang, jelas, dan teratur. Ketepatan tajwid dan makharijul huruf, fashahah, serta kelancaran bacaan menjadi aspek penilaian.
Gema panggilan salat juga terdengar dari arena lomba adzan. Para peserta berusaha menampilkan kemampuan terbaik melalui ketepatan lafaz, kejernihan suara, dan keindahan irama.
Tak kalah menarik, peserta lomba pidato tampil menyampaikan gagasan di depan dewan juri dan hadirin. Cabang ini menguji keberanian berbicara di depan umum, kelancaran penyampaian, serta penguasaan materi.
Adapun pada cabang mewarnai dan kaligrafi, kreativitas anak-anak terlihat melalui perpaduan warna, bentuk, kerapian, dan ketelitian dalam menyelesaikan karya masing-masing.
Dalam sambutannya, Hj. Ifa menekankan pentingnya memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar, mencoba, dan berani tampil sejak dini.
Menurutnya, keberanian untuk maju dan menunjukkan kemampuan merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Anak-anak perlu dibiasakan memiliki rasa percaya diri, sekaligus memahami bahwa setiap usaha membutuhkan kesungguhan dan latihan.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak memerlukan dukungan bersama antara orang tua dan guru. Bakat yang dimiliki anak perlu terus didampingi agar berkembang seiring dengan pembentukan akhlak dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
Khusus dalam pendidikan Al-Qur’an, Hj. Ifa berharap kecintaan anak-anak terhadap kitab suci dapat tumbuh melalui pembiasaan membaca, menghafal, dan mempelajari kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Festival Santri 2026 turut menghadirkan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk mengembangkan rasa percaya diri, melatih keberanian, serta membiasakan diri berkompetisi secara sehat.
Antusiasme para peserta terlihat di setiap cabang perlombaan. Dengan kemampuan dan bakat yang beragam, anak-anak berusaha memberikan penampilan terbaik, didukung semangat para guru dan orang tua yang turut mendampingi mereka.
Melalui Festival Santri ini, Pondok Pesantren Al-Muhajirin 5 Wanayasa berharap semangat belajar, keberanian, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang ditunjukkan anak-anak selama perlombaan dapat terus tumbuh dalam keseharian mereka, baik di sekolah maupun di rumah. (*)
