
ALMUHAJIRIN— STAI Al-Muhajirin Purwakarta resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Momentum ini menjadi peluang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi dalam lingkungan akademik yang memadukan keilmuan, nilai keislaman, dan pengembangan karakter.
Mengusung semangat “Saatnya Menjadi Guru dan Profesional Muslim yang Menginspirasi”, kampus ini menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus berakar pada nilai-nilai Islam.
Pilihan program studi yang dibuka meliputi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Manajemen Pendidikan Islam, serta Perbankan Syariah. Keempat program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual.
STAI Al-Muhajirin menghadirkan sejumlah program unggulan yang menjadi nilai tambah bagi mahasiswa. Di antaranya pembelajaran Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, pengkajian Kitab Kuning, hingga keterampilan Desain Grafis sebagai bekal menghadapi tantangan era digital. Kombinasi ini menunjukkan komitmen kampus dalam melahirkan pendidik yang adaptif dan berdaya saing.
Pendaftaran Gelombang 1 telah dibuka sejak 10 November 2025 dan akan berlangsung hingga 16 Juni 2026. Sementara itu, Tes Potensi Akademik dijadwalkan pada 17 Juni 2026 sebagai bagian dari proses seleksi calon mahasiswa baru.
Berlokasi di Jalan Veteran No.155, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, kampus ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang berkembang di Kabupaten Purwakarta. Kemudahan akses pendaftaran juga disediakan melalui sistem online dengan pemindaian QR Code yang tertera pada poster resmi.
Dengan dibukanya PMB ini, STAI Al-Muhajirin Purwakarta berharap dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi serta komitmen untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar tempat menimba ilmu, kampus ini menawarkan ruang pembentukan diri—di mana intelektualitas dan spiritualitas tumbuh seiring, melahirkan sosok guru dan profesional Muslim yang tidak hanya cerdas, tetapi juga menginspirasi. (*)
