Syaikhuna KH Abun Bunyamin Sambut Hangat Ulama dari Mesir Mau’lana Syaikh ‘Alaa dalam Haul dan Ta’dzim Maulid Nabi di Ponpes Al-Muhajirin Pusat


ALMUHAJIRIN – Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat Purwakarta menyelenggarakan Haul dan Ta’dzim Maulid Nabi Muhammad SAW pada 17–18 September 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan dzikir Hadlroh Azmiyah, syarah, ijazah doa, dan Tabligh Akbar yang menghadirkan ulama dari Mesir.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., menyambut hangat kedatangan Mau’lana Syaikh ‘Alaa Muhammad Mushthafa Na’imah Al-Azhari As-Syafi’i di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Jalan Veteran, Purwakarta, Kamis malam (17/9/2026).
Dalam tausiyahnya, Syaikhuna menyampaikan bahwa kedatangan ulama dari Mesir merupakan salah satu nikmat Allah SWT. Menurutnya, berbagai nikmat kehidupan yang dirasakan umat Islam memiliki keterkaitan dengan keberadaan dan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW serta keberlangsungan lembaga pendidikan pesantren.
Syaikhuna mengajak jamaah untuk memahami nikmat Allah tidak semata-mata dari sisi lahiriah, tetapi juga melalui pandangan rohani dan batin.
“Kalau kita syukur kepada Allah, rawat pondok-pondok pesantren, rawat madrasah, rawat masjid, rawat majelis. Insyaallah, merawat semua itu akan mendapatkan Al-Kautsar,” ungkapnya.
Beliau kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan Surah Al-Kautsar, khususnya perintah Allah SWT untuk melaksanakan salat dan berkurban sebagai bentuk penghambaan dan syukur.
Syaikhuna juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang telah berusia 34 tahun. Beliau mengajak para alumni, keluarga pesantren, simpatisan, santri, dan masyarakat untuk bersama-sama merawat serta melanjutkan perjuangan pendidikan pesantren.
“Kalau kita ingin dapat banyak nikmat dari Allah, marilah kita berpesantren,” tuturnya.
Menurut Syaikhuna, pesantren memiliki peran penting dalam membangun pemahaman keagamaan, termasuk pendidikan akhlak. Beliau berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh, terampil, dan berilmu.
Sampaikan Salam dan Amanah Maulana Sayyid ‘Alauddin dari Mesir
Sementara itu, Mau’lana Syaikh ‘Alaa menyampaikan pesan dari gurunya, Maulana Sayyid Muhammad ‘Alauddin Madi Abu al-‘Azaim, Syaikh Tariqah Al-‘Azmiyah sekaligus Ketua Persatuan Dunia Tarekat Sufi yang berpusat di Kairo, Mesir.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia dilakukan atas arahan Maulana Sayyid ‘Alauddin. Sebelum berangkat, ia terlebih dahulu berkunjung untuk meminta izin serta menyampaikan rencana lokasi dakwah yang akan dikunjungi.
Maulana Sayyid ‘Alauddin kemudian menitipkan salam umum kepada masyarakat Purwakarta dan salam khusus penuh penghormatan kepada Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA.
“Beliau menyampaikan salam umum untuk semua masyarakat Purwakarta dan juga menyampaikan salam khusus, salam ta’zim kepada almukarram Syaikhuna KH. Abun Bunyamin,” jelasnya.
Selain menyampaikan salam, Maulana Syaikh ‘Alaa juga mengungkapkan amanah Maulana Sayyid ‘Alauddin terkait pemberian ijazah Tariqah Al-‘Azmiyah kepada KH. R. Marpu Muhidin Ilyas sebagai naib atau perwakilan tarekat di Purwakarta.
Pemberian ijazah tersebut, sebagaimana disampaikan dalam sambutan, akan dilakukan dengan izin dan restu Syaikhuna KH. Abun Bunyamin serta diserahkan melalui tangan beliau.
Kekaguman terhadap Pondok Pesantren Al-Muhajirin
Dalam kesempatan tersebut, Mau’lana Syaikh ‘Alaa turut menyampaikan kekaguman Maulana Sayyid ‘Alauddin terhadap Pondok Pesantren Al-Muhajirin.
Ia menuturkan bahwa KH. R. Marpu Muhidin Ilyas sebelumnya pernah mengirimkan video kegiatan Al-Muhajirin melalui WhatsApp. Video tersebut kemudian diperlihatkan kepada Maulana Sayyid ‘Alauddin yang menyambutnya dengan kekaguman.
Setelah mengetahui bahwa kegiatan tersebut berlangsung di Purwakarta, di bawah kepemimpinan Syaikhuna KH. Abun Bunyamin dan pengasuhan KH. Marpu, Maulana Sayyid ‘Alauddin mendoakan agar Pondok Pesantren Al-Muhajirin menjadi salah satu pesantren terbaik di dunia.
“Maulana Sayyid ‘Alauddin mendoakan Pondok Al-Muhajirin agar menjadi salah satu pesantren terbaik di seluruh dunia,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Maulana Sayyid ‘Alauddin juga mengirimkan hadiah khusus kepada Syaikhuna KH. Abun Bunyamin atas nama pribadi, Masyikhah Tariqah Al-‘Azmiyah, dan Persatuan Dunia Tarekat Sufi.
Hadiah tersebut disampaikan sebagai wujud ta’zim dan penghormatan kepada Syaikhuna, sekaligus mempererat hubungan keilmuan dan silaturahmi antara ulama Mesir dengan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta.
Rangkaian Haul dan Ta’dzim Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, menghidupkan sunnah, serta menumbuhkan semangat seluruh keluarga besar Al-Muhajirin dalam merawat dan melanjutkan perjuangan pesantren.
Dokumentasi Acara:



