Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Sabtu, 12 September 2026

Berita

Tasyakur Milad Ke-72, Syaikhuna KH Abun Bunyamin Titipkan Al-Muhajirin sebagai Amal Jariyah

Oleh Fajar Maritim11 September 20262 menit baca
Bagikan artikel ini:
Suasana Tasyakur Milad ke-72 Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., di GH Al-Muhajirin Pusat, Jumat (11/9/2026).

AL-MUHAJIRIN— Keluarga besar Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta menggelar Tasyakur Milad ke-72 Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., Jumat, 11 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di GH Al-Muhajirin Pusat itu dihadiri Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.; Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Dr. KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA.; para kepala unit, guru, serta santri.

Suasana Tasyakur Milad ke-72 Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., di GH Al-Muhajirin Pusat, Jumat (11/9/2026).

Tasyakur berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Doa-doa terbaik dipanjatkan agar Syaikhuna senantiasa dianugerahi kesehatan, umur yang berkah, serta kekuatan untuk terus membimbing keluarga besar Al-Muhajirin.

Di hadapan para santri dan keluarga besar pesantren, Syaikhuna menyampaikan lima perkara yang menjadi sumber kebahagiaan hidup di dunia, yakni panjang umur, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah, serta kehidupan yang memberi manfaat dan kematian dalam keadaan husnul khatimah.

Syaikhuna mengingatkan agar setiap perjalanan, pekerjaan, dan aktivitas selalu diniatkan sebagai ibadah dan pengabdian.

“Kaditu kadieu téh niat ibadah, niatkeun khidmah,” pesan Syaikhuna.

Pada usia ke-72 tahun, perhatian Syaikhuna tetap tertuju pada keberlangsungan Al-Muhajirin. Pesan itu disampaikan dengan penuh ketulusan kepada seluruh orang yang hadir.

“Tidak ada yang Bapak pikirkan selain Al-Muhajirin. Bapak titip Al-Muhajirin, untuk menjadi bekal Bapak di akhirat,” tuturnya.

Syaikhuna juga mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk menyadari bahwa setiap manusia akan mempertanggungjawabkan kehidupannya masing-masing di hadapan Allah SWT.

“Kita lahir sendiri dan mati sendiri. Yang akan menyelamatkan kita adalah amal kita. Semoga Al-Muhajirin menjadi amal jariyah untuk kita semua. Al-Fatihah,” ucap Syaikhuna.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para kepala unit, guru, dan santri bahwa merawat Al-Muhajirin merupakan bagian dari khidmah sekaligus ikhtiar bersama menanam amal yang manfaatnya terus mengalir.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Suasana terasa semakin akrab ketika Syaikhuna menyuapi para santrinya. Syaikhuna juga menerima persembahan bunga, kemudian makan bersama dan berfoto dengan keluarga besar Al-Muhajirin.

Tasyakur milad ini menjadi ungkapan syukur sekaligus doa bersama agar Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan terus menjadi sumber ilmu, keteladanan, serta keberkahan bagi Al-Muhajirin dan umat. (*)

Dokumentasi Acara:

Suasana Tasyakur Milad ke-72 Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., di GH Al-Muhajirin Pusat, Jumat (11/9/2026).
Suasana Tasyakur Milad ke-72 Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., di GH Al-Muhajirin Pusat, Jumat (11/9/2026).
Suasana Tasyakur Milad ke-72 Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., di GH Al-Muhajirin Pusat, Jumat (11/9/2026).
Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *