Wakaf Gazebo Tahfidz Al-Muhajirin Terus Mengalir, Donasi Keluarga Ibu Hj. Beah Sulbiah Capai Rp12 Juta

Bagikan artikel ini:

ALMUHAJIRIN — Gerakan wakaf yang digagas Badan Wakaf Al-Muhajirin terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya melalui Program Wakaf Gazebo Tahfidz yang diperuntukkan bagi para santri penghafal Al-Qur’an. Terbaru, kontribusi datang dari keluarga Ibu Hj. Beah Sulbiah dengan nilai wakaf sebesar Rp12.000.000.

Wakaf tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang yang nyaman dan representatif bagi para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Gazebo Tahfidz yang direncanakan dibangun ini bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga simbol kepedulian umat terhadap keberlangsungan pendidikan Qur’ani—sebuah gerakan besar menanam pahala jariyah yang terus mengalir tanpa henti.

Pihak Badan Wakaf Al-Muhajirin menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada para wakif.
“Jazakumullahu khairan katsiran kepada wakif atas nama keluarga Ibu Hj. Beah Sulbiah. Terima kasih telah menitipkan hartanya untuk kebaikan yang terus mengalir.”

Baca Juga:  PERSARI SDS Plus 2 Al-Muhajirin Purwakarta: Membangun Semangat Gotong Royong dan Kerjasama Santri

Program Wakaf Gazebo Tahfidz dirancang sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para huffazh. Dengan suasana yang nyaman dan tenang, para santri diharapkan dapat lebih fokus dalam menghafal, menjaga, serta mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Gazebo Tahfidz ini akan dibangun di kawasan Kebun ABM Al-Muhajirin Kampus 5, Kiarapedes, Purwakarta. Kawasan ini menawarkan suasana alam yang menenangkan—hamparan kebun durian, kebun lengkeng, serta aneka tanaman buah lainnya yang tumbuh subur. Panorama alam yang indah, udara sejuk, dan nuansa hijau yang asri menjadi latar ideal bagi para santri untuk menghafal Al-Qur’an dengan lebih khusyuk.

Baca Juga:  Pengajian Kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim Bersama Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA di Ponpes Al-Muhajirin Kampus Pusat

Di sudut kawasan kebun yang tenang itulah gazebo akan berdiri. Bukan sekadar bangunan kayu beratap, melainkan ruang lahirnya ayat-ayat suci yang dihafal, dilantunkan, dan dijaga. Setiap huruf yang dibaca di tempat itu kelak menjadi saksi kebaikan bagi siapa saja yang ikut berkontribusi dalam pembangunannya.

Tak berhenti pada program ini, Badan Wakaf Al-Muhajirin juga terus mengembangkan berbagai inisiatif strategis lainnya. Mulai dari beasiswa kader ulama untuk melahirkan generasi berilmu dan berakhlak, wakaf produktif guna memperkuat kemandirian ekonomi umat, hingga pembebasan lahan sebagai langkah konkret pembangunan pesantren yang lebih luas dan representatif.

Wakaf, dalam pandangan Islam, bukan sekadar sedekah biasa. Ia adalah investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika pemberinya telah tiada. Setiap ayat yang dihafal dan dilantunkan menjadi bagian dari pahala jariyah yang tak terputus.

Baca Juga:  Bersaing dengan Mahasiswa, Ri’ayah Hilmiaty Santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat Raih Juara Monolog Internasional WINACTION 2025

Badan Wakaf Al-Muhajirin pun mengajak masyarakat luas untuk melanjutkan semangat kebaikan ini. Partisipasi wakaf dapat disalurkan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 7324910047 atas nama Badan Wakaf Al-Muhajirin.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Nadzir Wakaf di 0822-1310-5944 (Ustadz Fu’ad). Sementara konfirmasi wakaf dapat dilakukan melalui 0878-9805-8363 (Admin BAWAMU).

Dengan hadirnya program ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut serta dalam membangun generasi Qur’ani. Sebab, dari langkah kecil hari ini, dapat lahir cahaya besar bagi masa depan umat. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *