
AL-MUHAJIRIN — Kepala SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat Purwakarta, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I, menegaskan komitmen lembaganya dalam mencetak generasi santri yang berkarakter, unggul, dan siap bersaing di tingkat global.
Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada pembukaan Festival Syiar Syair 2026 SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat, Sabtu (11/4/2026), di Lapangan Al-Muchtar, Purwakarta.
Dalam pidatonya, beliau memperkenalkan tiga pilar utama yang menjadi identitas pendidikan di SMP–MTs Al-Muhajirin, yakni good manners, excellent, dan globalize.

Good Manners: Akhlak Jadi Fondasi Utama
Dr. H. Amit menekankan bahwa pembentukan karakter menjadi prioritas utama dalam pendidikan di Al-Muhajirin Pusat. Seluruh santri SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat yang berjumlah sekitar 526 orang menjalani sistem pendidikan berbasis pesantren (boarding), yang memungkinkan pembinaan berlangsung selama 24 jam.
“Santri di sini dibimbing dengan pembiasaan-pembiasaan yang membentuk akhlak. Sehingga lulusan kami memiliki karakter yang baik sebagai bekal masa depan,” ujarnya.
Beliau menambahkan, keberhasilan dalam membangun karakter tersebut telah mendapat pengakuan, salah satunya dengan terpilihnya SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat sebagai perwakilan Jawa Barat dalam program pendidikan antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Excellent: Unggul dalam Program dan Prestasi
Selain karakter, keunggulan program juga menjadi fokus utama. SMP–MTs Al-Muhajirin menghadirkan berbagai program takhasus seperti tahfidz, kitab kuning, dan bahasa.
Prestasi pun terus diraih di berbagai level, mulai dari kabupaten hingga internasional. Salah satu capaian terbaru adalah juara 1 nasional lomba paduan suara yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif PBNU.
Tak hanya itu, inovasi santri juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Dalam sebuah ajang inovasi, santri SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat berhasil meraih juara 2 dengan karya pengolahan limbah makanan menjadi maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak lele.
“Ini bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam agama, tetapi juga inovatif dan produktif,” jelasnya.

Globalize: Santri Siap Mendunia
Pilar ketiga adalah globalize, yakni menyiapkan santri agar mampu bersaing di tingkat global. Dr. H. Amit menyebutkan, lulusan Al-Muhajirin telah tersebar di berbagai negara, baik untuk melanjutkan studi maupun bekerja.
“Ada yang ke Mesir, Yaman, bahkan bekerja di Amerika Serikat dan Arab Saudi. Ini menunjukkan bahwa santri kita mampu bersaing secara global,” ungkapnya.
Program internasional juga terus dikembangkan, termasuk kegiatan kunjungan pendidikan ke Malaysia, Singapura, dan Thailand yang melibatkan berbagai sekolah di Indonesia.

Festival Jadi Ajang Menjaring Talenta Terbaik
Menurut Dr. H. Amit, Festival Syiar Syair menjadi momentum penting untuk menjaring calon-calon santri terbaik yang memiliki potensi di bidang dakwah dan seni Islami.
Beliau juga mengapresiasi dukungan dari yayasan yang memberikan beasiswa bagi para juara sebagai bentuk komitmen dalam membina generasi unggul.
“Ini adalah langkah nyata kami untuk menghadirkan santri yang tidak hanya baik akhlaknya, tetapi juga unggul dan siap mendunia,” katanya.

Menutup sambutannya dengan gaya khas yang hangat dan komunikatif, beliau mengajak seluruh peserta untuk terus bersemangat dalam belajar dan berprestasi.
Festival Syiar Syair sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat Purwakarta dan diikuti ratusan pelajar tingkat SD/MI/MDTU/TPQ se-Jawa Barat. Dalam kegiatan ini, para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, mulai dari Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), kaligrafi, da’i cilik (pildacil), hingga seni musik Islami seperti qasidah, hadroh, dan marawis. Melalui ajang ini diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak, mencintai Al-Qur’an, serta mampu menyampaikan nilai-nilai dakwah melalui seni yang indah dan bermakna. (*)
