Rumah Tahfizh Al-Muhajirin Tebar Kebaikan: Takjil dan Santunan Yatim Warnai Ramadhan di Purwakarta

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN— Ramadhan selalu menghadirkan wajah-wajah kebaikan. Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat, para asatidz Rumah Tahfizh Al-Muhajirin memilih jalan sunyi yang penuh makna: berbagi.

Sore itu, kawasan Terminal Sadang, Purwakarta, menjadi saksi bagaimana kepedulian diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebanyak 150 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Senyum, sapa, dan doa mengiringi setiap paket yang berpindah tangan—sederhana, namun sarat nilai ukhuwah dan kemanusiaan.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas berbagi, melainkan bentuk nyata dari semangat dakwah sosial yang terus dihidupkan. Para asatidz yang terlibat menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama.

Baca Juga:  Rumah Tahfizh Al-Muhajirin Buka Penerimaan Santri Baru Tahun Pelajaran 2025/2026, Hadirkan Program Unggulan dan Prestasi Membanggakan

“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” demikian ungkapan syukur yang mengemuka dari keluarga besar Rumah Tahfizh Al-Muhajirin.

Ucapan jazaakumullaahu khairan pun disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Harapannya, setiap kebaikan yang ditanamkan di bulan suci ini menjadi pemberat timbangan amal, serta menguatkan langkah untuk terus istiqamah dalam kebaikan.

Baca Juga:  Lolos Program Bergengsi The Japan Foundation, Guru SMA Al-Muhajirin Purwakarta Terbang ke Prefektur Saitama Jepang!

Tak berhenti di situ, semangat berbagi juga diwujudkan melalui program Santunan Ramadhan untuk Yatim dan Dhuafa yang digelar pada Sabtu, 14 Maret 2026. Dalam suasana penuh haru dan kebersamaan, amanah dari para donatur disalurkan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

Program ini menjadi refleksi nyata dari ajaran Islam yang menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari keimanan. Al-Qur’an mengajarkan umatnya untuk mencintai anak yatim dan membantu mereka yang membutuhkan—nilai yang terus dihidupkan oleh Rumah Tahfizh Al-Muhajirin dalam setiap geraknya.

Baca Juga:  GCM Vlog Competition: Gerakan Cinta Masjid dalam Semarak Milad ke-32 Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta

Bagi para penerima, santunan tersebut bukan hanya bantuan materi, tetapi juga suntikan semangat dan harapan. Sementara bagi para pemberi, ia menjadi wasilah keberkahan dan penyuci harta.

“Semoga Allah membalas dengan pahala berlipat ganda dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dicintai-Nya,” menjadi doa yang mengalir, menutup rangkaian kegiatan penuh makna itu.

Ramadhan mungkin akan berlalu, tetapi jejak-jejak kebaikan seperti ini diharapkan terus hidup—menjadi cahaya yang menerangi langkah, tidak hanya di bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *