Santri Al-Muhajirin 5 Khatam 30 Juz dalam 20 Hari Tarawih Ramadan 1447 H

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN- Alhamdulillah, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin 5. Dalam suasana penuh berkah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, para santri dari program Takhossus Tahfidz, Tafaqquh, dan Lughoh berhasil mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an dalam waktu 20 hari melalui pelaksanaan Shalat Tarawih berjamaah.

Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari kedisiplinan, kesungguhan, dan keistiqamahan para santri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Baca Juga:  Kisah Zaskia Alya Azzahra, Murid SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta, Juara 1 Judo Wilayah Jawa Barat

Setiap malam, lantunan ayat-ayat suci menggema dari para imam muda yang merupakan santri pilihan, menghadirkan suasana khusyuk dan penuh haru bagi seluruh jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah tersebut.

Adapun program Takhossus Tahfidz, Tafaqquh, dan Lughoh menjadi bagian dari pembinaan intensif yang dirancang untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami (tafaqquh) serta mampu mengkomunikasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan baik, termasuk melalui penguasaan bahasa (lughoh).

Baca Juga:  Semarak Milad ke-32 Al-Muhajirin: Tujuh Ribu Santri Bergerak dalam Gerakan Cinta Masjid

Dalam praktiknya, para santri secara bergiliran menjadi imam Tarawih, menguji kekuatan hafalan sekaligus melatih mental dan kepemimpinan mereka di hadapan jamaah.

Keluarga besar pesantren menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara pembinaan yang terarah, lingkungan yang kondusif, serta kesungguhan para santri dalam menjaga interaksi harian dengan Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Baca Juga:  Sambutan Hangat di Hari Pertama Semester 2: SMP Fullday Al-Muhajirin Berikan Penghargaan kepada Siswa Berprestasi

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an dalam diri para santri. Tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga menjadi bekal sepanjang hayat untuk terus menjaga, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *