Pesan Malam Muwada’ah, Dr. Hj Ifa Faizah: Ilmu Pesantren Harus Terlihat di Rumah

Bagikan artikel ini:
Sambutan Direktur Kampus Pusat sekaligus Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.

AL-MUHAJIRIN— Direktur Kampus Pusat sekaligus Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., dalam sambutannya pada penutupan Haflah Nuzulul Qur’an 1447 H menyampaikan apresiasi atas semangat para santri yang telah menjalani Ramadan di pesantren dengan penuh kesungguhan.

Beliau mengingatkan bahwa proses belajar para santri tidak berhenti ketika mereka meninggalkan pesantren. Justru kehidupan di rumah dan di tengah masyarakat menjadi ruang ujian nyata bagi ilmu yang telah dipelajari di pondok.

Baca Juga:  LP Ma’arif NU Jabar dan LPP Salman ITB Mulai Halaqoh Sains Training Camp Sukses UTBK 2025 di Al-Muhajirin Purwakarta Hari Ini

“Ketika kalian kembali ke rumah, di situlah pembelajaran yang sesungguhnya. Ilmu yang didapatkan di pesantren harus terlihat dalam akhlak, ibadah, dan sikap kalian di tengah keluarga dan masyarakat,” pesannya.

Dr. Hj Ifa juga mengajak para santri untuk tetap menjaga istiqamah dalam ibadah dan adab, termasuk menjaga salat, zikir, dan kebiasaan baik yang selama ini dilatih di pesantren. Beliau menyinggung berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah seperti banjir di Bekasi dan Karawang serta longsor di Sukabumi dan Cianjur, sebagai pelajaran pentingnya empati dan kepedulian sosial.

Baca Juga:  Semarak Rangkaian Milad & Haul Ke-32 Al-Muhajirin: Transformasi Pendidikan Pesantren Menuju Kemajuan Negeri

Beliau juga mengingatkan agar para santri tidak memaknai Hari Raya Idul Fitri dengan tuntutan berlebihan. “Jangan sampai kita merasa lebaran harus serba baru atau serba ada. Banyak saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Karena itu, biasakan hidup sederhana dan jangan memberatkan orang tua,” ujarnya.

Pesan lain yang tak kalah penting adalah tentang berbakti kepada orang tua. “Ketika sampai di rumah nanti, jangan ke mana-mana dulu sebelum mencium tangan kedua orang tua. Mereka adalah orang yang paling berhak kita hormati,” tandasnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *