
AL-MUHAJIRIN — Suasana khidmat dan penuh semangat terlihat di lingkungan TK Al-Muhajirin Kampus Pusat saat pelaksanaan kegiatan munaqosyah santri, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran sekaligus penguatan pendidikan agama bagi para santri usia dini.
Dalam munaqosyah tersebut, para santri mengikuti berbagai materi ujian keislaman yang selama ini dipelajari di sekolah. Materi yang diujikan meliputi baca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, tahsinul kitabah, tauhid, bacaan shalat, doa sehari-hari, hingga tarikh.
Satu per satu santri tampil di hadapan penguji dengan penuh keberanian. Meski masih berusia dini, anak-anak mampu menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an, menghafal doa, serta menjawab pertanyaan dasar keislaman dengan baik. Suasana hangat juga terasa dari dukungan para ibu guru yang membersamai Munaqosyah.
Pelaksanaan munaqosyah menghadirkan tim penguji dari Lembaga Tahsin & Tahfizh Al-Qur’an (LTTQ) Al-Muhajirin. Di antaranya Ketua LTTQ Al-Muhajirin Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag., Ustadz Oman Abdurrohman, S.Ud., serta Ustadz Tamid, S.Pd.I.
Kepala TK Al-Muhajirin Pusat, Hj. Olis, S.Pd., menyampaikan bahwa munaqosyah menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan kemampuan santri dalam memahami dasar-dasar ilmu agama sejak usia dini.
Menurutnya, proses pembelajaran di TK Al-Muhajirin diarahkan agar anak-anak tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an, terbiasa beribadah, serta memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak memiliki pondasi agama yang kuat sejak kecil. Melalui munaqosyah ini, kemampuan mereka dapat terlihat sekaligus menjadi motivasi agar semakin semangat belajar Al-Qur’an dan ilmu agama,” ujarnya.
Beliau juga mengapresiasi dukungan para orang tua yang terus membersamai proses pendidikan putra-putrinya di rumah maupun di sekolah.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Para santri tampak antusias mengikuti setiap tahapan ujian dengan didampingi para guru.
Munaqosyah ini menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. (*)
