
AL-MUHAJIRIN— Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat menerima kunjungan studi banding dari rombongan Pondok Pesantren Fajrussalam Bogor, Selasa (12/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari pengelolaan dan pengembangan perekonomian pesantren berbasis kemandirian usaha.
Rombongan yang terdiri dari para asatidz dan santri putri itu disambut hangat di Aula Syaikh Datul Kahfi (SDK) Ponpes Al-Muhajirin Pusat, Jalan Veteran, Purwakarta.
Kegiatan diawali dengan tausiyah dan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya membangun pesantren yang kuat dalam pendidikan dan akhlak, dan juga mandiri secara ekonomi sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

Turut hadir pula Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bagian dari ukhuwah antarpesantren dan semangat saling belajar dalam mengembangkan potensi lembaga pendidikan Islam.
Setelah sesi penyambutan, rombongan diajak berkeliling melihat berbagai unit usaha yang dimiliki Al-Muhajirin. Kegiatan dipandu oleh Ustadzah Sani bersama Kepala Bidang Perekonomian Al-Muhajirin, Ustadz Deden Miftahul Falah.

Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Cafe Veteran 155, Rosan Bakery, Percetakan Taqodum, Veteran 155 Grosir, hingga kebun hidroponik yang menjadi salah satu sarana pembelajaran sekaligus pengembangan ekonomi pesantren.
Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi rombongan dari Fajrussalam Bogor, yang mengaku terinspirasi dengan pengelolaan pesantren yang dinilai mampu memadukan pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan santri dalam satu ekosistem yang kuat.
“Masyaallah, luar biasa first impression kami di sini. Saya kira biasa saja, ternyata Pondok Pesantren Al-Muhajirin ini luar biasa. Setelah kami berkeliling melihat-lihat, ternyata areanya cukup luas dan unit usahanya juga banyak. Insyaallah apa yang kami dapat di sini akan kami bawa ke pondok pesantren kami dan mudah-mudahan bisa kami terapkan di sana,” ujar salah seorang asatidz rombongan.

Kesan positif juga disampaikan para santri putri yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang pentingnya membangun jiwa kewirausahaan sejak di lingkungan pesantren.
“Bagus banget, dapat banyak pelajaran di sini. Jadi bisa berpikir lebih luas tentang wirausaha yang kami dapatkan. Semoga bisa bermanfaat ke depannya,” ujar salah seorang santri putri.
Santri lainnya juga mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana dan fasilitas yang dimiliki Al-Muhajirin.
“Seru, pondoknya keren karena banyak hal yang bisa dipelajari di sini,” katanya.
Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan terjalin sinergi dan semangat kolaborasi antarpesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pendidikan dan pemberdayaan santri, sehingga pesantren mampu menjadi pusat peradaban yang unggul dalam ilmu agama, dan juga kuat dalam menghadapi tantangan zaman. (*)
