
AL-MUHAJIRIN— Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Citapen Purwakarta menggelar Khutbatul Ikhtitam 2026 pada Sabtu, 17 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan dan kelulusan bagi santri kelas 9 dan kelas 12.
Mengusung tema “Mengakar ke Bumi Menjulang ke Langit”, Khutbatul Ikhtitam tahun ini menjadi pengingat penting bagi para santri agar tetap kokoh memegang nilai agama, tradisi pesantren, dan akhlak mulia, sekaligus terus berani menatap masa depan dengan ilmu, prestasi, dan kemanfaatan.
Suasana khidmat terasa sejak pagi. Sebelum acara inti dimulai, para tamu undangan disambut dengan nuansa budaya Sunda melalui alunan musik tradisional, tarian adat, dan prosesi Upacara Lengser. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada pimpinan pesantren, tamu undangan, guru, orang tua wali santri, serta para wisudawan.
Acara tersebut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin beserta Ibu Kyai, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., segenap Pengurus Yayasan, Kepala Unit se-Yayasan Al-Muhajirin, serta tamu undangan dari berbagai unsur.
Turut hadir perwakilan PWNU Jawa Barat, Kasi PD Pontren Kemenag Purwakarta, Pengawas SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, dan perwakilan Polsek Sukatani.
Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan selawat. Setelah itu, seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubanul Wathon, dan Hymne Al-Muhajirin. Suasana semakin penuh makna saat perwakilan wali santri menyampaikan sambutan sebagai ungkapan syukur dan kebanggaan atas kelulusan putra-putrinya.
Kegiatan juga diisi dengan pemutaran video dokumentasi Amaliyah Tadaris santri kelas 12. Video tersebut menampilkan jejak pengabdian para santri di tengah masyarakat sebagai bagian dari proses pendidikan sebelum mereka dinyatakan lulus.
Selain itu, acara turut dirangkaikan dengan launching buku karya kolaboratif santri dan guru. Kehadiran karya tersebut menjadi bukti bahwa tradisi literasi di lingkungan Al-Muhajirin terus tumbuh dan menjadi bagian penting dari pembinaan intelektual santri.
Dalam sambutannya, Ibu Pengasuh Pondok Pesantren menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali santri dan 355 wisudawan yang mengikuti prosesi kelulusan tahun ini. Ia menyebut Khutbatul Ikhtitam sebagai momen yang selalu dinantikan keluarga besar pesantren.
“Kalian adalah anak-anak hebat yang telah berjuang sampai di titik ini. Agenda tahunan ini selalu kami nantikan sebagai momen kebahagiaan keluarga besar Al-Muhajirin. Alhamdulillah, selama dua hari terakhir kita telah melaksanakan tiga acara besar: kemarin pagi Wisuda Tahfidz dan Tahsin Al-Qur’an, lalu malamnya Panggung Muhajirin yang sangat meriah, dan puncaknya Khutbatul Ikhtitam hari ini,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan program “Satu Pipa 6 Tahun” sebagai ikhtiar mengintegrasikan pendidikan agama dan umum secara berkelanjutan. Menurutnya, Al-Muhajirin akan terus memperkuat pembinaan akademik, spiritual, mental, dan kecerdasan emosional para santri.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi sungkeman, Salam Ta’dzim, pengucapan ikrar dan janji alumni, pengumuman kejuaraan, pembagian hadiah bagi santri berprestasi, serta prosesi wisuda. Satu per satu santri dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan atas kelulusannya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syaikhuna, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Khutbatul Ikhtitam 2026 menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri di jenjang tersebut, sekaligus awal perjalanan baru untuk mengamalkan ilmu dan menjaga marwah sebagai alumni Al-Muhajirin. (*)
