Mahasiswa STAIM Purwakarta Resmi Diterjunkan ke Sukasari: KPU Berbasis Riset Siap Dorong Pemberdayaan 4 Desa

Bagikan artikel ini:

ALMUHAJIRIN — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIM) Purwakarta resmi menerjunkan mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Umat (KPU) 2026 di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (1/8).

Mengusung pendekatan berbasis riset, program KPU tahun ini dirancang untuk melahirkan pemberdayaan yang tepat sasaran, aplikatif, dan berkelanjutan sesuai dengan potensi serta kebutuhan nyata masyarakat setempat.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Desa

Acara pembukaan KPU berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Sukasari, Polsek Sukasari, pimpinan STAIM Purwakarta, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KPU. Sinergi ini menegaskan komitmen bersama antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat keamanan, dan warga desa.

Baca Juga:  Dari Tanah Suci Makkah, Syaikhuna Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, MA Sampaikan Pesan Ramadan 1447 H dan Doa untuk Bangsa

Camat Sukasari, Nono Juhana, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan STAIM Purwakarta memilih wilayahnya. Ia menilai kehadiran mahasiswa sebagai energi baru yang siap membawa perubahan positif.

“Kami menyambut hangat kehadiran mahasiswa STAIM Purwakarta. Semoga mereka cepat beradaptasi, mampu menggali potensi lokal, dan menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tutur Nono.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Sukasari AKP H. Ahmad Sodikin, S.H., M.H., yang diwakili oleh IPDA Sofyan, menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis. Menurutnya, kunci sukses pengabdian terletak pada etika dan kerja sama.

“Bangun komunikasi yang baik, hormati kearifan lokal, dan jadilah mitra yang mampu menghadirkan solusi melalui kolaborasi positif bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga,” pesan IPDA Sofyan.

Pengabdian Berbasis Riset di 4 Desa Sasaran

Ketua STAIM Purwakarta, H. Deden Saepudin, M.Hum., menjelaskan bahwa konsep berbasis riset mewajibkan mahasiswa melakukan pemetaan (mapping) potensi, kebutuhan, serta tantangan desa terlebih dahulu. Dengan begitu, program yang dijalankan tidak bersifat seremonial atau sesaat, melainkan menghasilkan rekomendasi strategis jangka panjang.

Baca Juga:  KBIHU Al Muhajirin Gandeng Santri SMA/MA Kampus Pusat Sebagai Pembimbing Tahsin Al Qur’an dan Doa Thawaf

Pada KPU 2026 ini, mahasiswa disebar ke empat desa sasaran, yaitu: Desa Kutamanah, Desa Kertamanah, Desa Ciririp, Desa Sukasari.

    Fokus pengabdian diarahkan pada empat pilar utama: penguatan ekonomi syariah, pengembangan pendidikan Islam, peningkatan literasi digital, serta tata kelola desa.

    Jaga Akhlak dan Nama Baik Almamater

    Sebagai penutup rangkaian pembukaan, Ketua Senat STAIM Purwakarta, Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag., berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga etika selama berinteraksi dengan masyarakat.

    “Keberhasilan KPU tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari akhlakul karimah yang ditunjukkan. Jadilah mahasiswa yang proaktif, santun, dan senantiasa menjaga nama baik almamater,” tegasnya.

    Melalui KPU berbasis riset ini, STAIM Purwakarta optimistis dapat menghasilkan solusi konkret berbasis data yang mampu mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang berilmu, adaptif, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. (*)

    Bagikan artikel ini:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *