
AL-MUHAJIRIN – Menjelang waktu magrib di Lapangan Al-Muchtar Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, suasana Ramadan 1447 H terasa begitu hangat dan penuh syukur. Para santri, guru, pengurus yayasan, serta warga sekitar RT 41, 42, dan 43 berkumpul dalam satu majelis kebersamaan: Buka Puasa Bersama, Santunan Anak Yatim dan Warga Sekitar, serta Khataman Kitab Riyadhus Sholihin.
Acara yang mengusung tema “Ramadan Berkah, Hati Meruah dengan Sekedah” ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Ramadan di lingkungan pesantren sekaligus momentum silaturahmi besar antara keluarga Pondok Pesantren Al-Muhajirin dan masyarakat sekitar.
Kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah bersama sebagai tanda dimulainya rangkaian acara. Dalam suasana yang khidmat, para hadirin memanjatkan syukur atas kesempatan berkumpul di bulan suci Ramadan, bulan yang selalu menjadi ruang terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan dan mempererat ukhuwah.
Sambutan utama disampaikan oleh Direktur Kampus Pusat sekaligus Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. Beliau membuka sambutan dengan hamdalah dan shalawat, kemudian mengajak seluruh hadirin memohon keberkahan kepada Allah SWT.
“Bismillahi masyaallah la yasuku al-khair illa Allah. Bismillahi masyaallah la yasrifu as-su’a illa Allah. Bismillahi masyaallah ma bina min ni’matin faminallah,” ucapnya, Senin 9 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Ifa mengungkapkan rasa syukur karena di penghujung rangkaian kegiatan Ramadan ini keluarga besar Al-Muhajirin dapat kembali bersilaturahmi bersama masyarakat sekitar sekaligus menutup pengajian kitab Riyadhus Sholihin.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menjalani berbagai aktivitas ibadah selama Ramadan di pesantren dengan penuh semangat.
“Selama hampir dua puluh hari di Al-Muhajirin, para santri menjalani berbagai kegiatan ibadah, mulai dari qiyamul lail, pengajian, hingga kajian kitab yang berlangsung sampai malam hari. Mudah-mudahan semua ini menjadi bekal dakwah ketika kalian kembali ke keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, apa yang ditanamkan di pesantren tidak boleh berhenti hanya di lingkungan pendidikan, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi lingkungan masing-masing.
“Mudah-mudahan apa yang sudah ditanamkan dan dibiasakan di pesantren bisa menjadi cahaya yang menyinari keluarga dan masyarakat di tempat kalian,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Hj. Ifa juga menjelaskan bahwa kegiatan buka bersama ini sekaligus menjadi bagian dari program “Al-Muhajirin Berbagi.” Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari orang tua serta para santri selama Ramadan disalurkan kepada masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, zakat dari orang tua, serta infak dan sedekah dari para santri telah terkumpul dan sore ini akan kita salurkan kepada masyarakat sekitar dalam bentuk paket bingkisan dan santunan,” jelasnya.
Sebanyak 150 bingkisan yang berisi sembako, pakaian, dan santunan disiapkan untuk warga sekitar lingkungan pesantren. Selain itu, selama Ramadan Al-Muhajirin juga rutin menyalurkan 100 paket nasi box setiap hari kepada masjid-masjid di sekitar kawasan pesantren sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Walaupun nilainya mungkin tidak besar, mudah-mudahan ini menjadi kadedeuh atau bentuk kasih sayang para santri kepada masyarakat sekitar,” tuturnya dengan penuh harap.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan warga RT 41 dan RT 43, sementara santunan bagi warga RT 42 akan diserahkan dalam kegiatan buka bersama yang digelar di SD Plus Al-Muhajirin. Para penerima santunan naik ke panggung untuk menerima bingkisan secara simbolis sebelum nantinya seluruh paket didistribusikan oleh panitia.
Di akhir sambutannya, Hj. Ifa juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan keluarga besar Al-Muhajirin selama berinteraksi dengan masyarakat.
“Mohon maaf atas segala kekurangan kami. Mudah-mudahan semuanya menjadi bagian dari semangat kita bersama untuk terus mensyiarkan kalimat Allah,” ujarnya.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat. Ribuan jamaah bersiap menyambut azan magrib setelah rangkaian pengajian dan khataman kitab Riyadhus Sholihin yang dipimpin oleh KH. R. Marpu Muhidin Ilyas, MA dan Tausiyah dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Syaikhuna Prof. Dr. KH Abun Bunyamin, MA.
Buka puasa bersama pun berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, menjadi penanda indah bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi, kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama. (*)
