Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Minggu, 18 Oktober 2026

Berita

Bupati Purwakarta Kak Zein Sapa Ribuan Pramuka Peserta KSPT Ma’arif Jabar 2026, Bagikan Hadiah Lewat Kuis Panca Waluya

Oleh Fajar Maritim16 Oktober 20262 menit baca
Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menyapa ribuan peserta Kemah Santri Pramuka Terpadu (KSPT) Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat 2026 dengan suasana hangat dan penuh keakraban.

Di hadapan para peserta, ia memperkenalkan diri sebagai “Kak Zein”, lalu mengajak santri berinteraksi melalui kuis berhadiah tentang konsep pendidikan karakter di Jawa Barat berbasis kearifan lokal budaya Sunda yakni Panca Waluya.

Momen tersebut berlangsung dalam rangkaian pembukaan KSPT 2026 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin II, Sukamulya, Kecamatan Ciseureuh, Purwakarta, Kamis (15/10/2026).

Kehadiran Bupati disambut meriah oleh para peserta melalui yel-yel serta tepuk pramuka. Sapaan khas kepramukaan mengawali interaksi sebelum Om Zein menyampaikan sambutan di tengah lapangan upacara.

Dalam sambutannya, Om Zein mengingatkan pentingnya kemandirian dan pembentukan karakter bagi seorang anggota pramuka. Menurutnya, pendidikan kepramukaan harus menjadi ruang untuk membiasakan santri tumbuh sebagai pribadi yang tangguh dan berkarakter.

Ia kemudian mengangkat filosofi Sunda Panca Waluya, yang terdiri atas lima nilai utama: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

Untuk menguji pemahaman peserta, Om Zein mengundang beberapa santri maju ke hadapan peserta lainnya. Seorang peserta dari kontingen Cianjur dan seorang peserta dari kontingen Majalengka mendapat kesempatan menjawab pertanyaan tentang makna Panca Waluya.

Suasana semakin meriah ketika para peserta berusaha menyebutkan kelima nilai tersebut secara berurutan. Om Zein memberikan hadiah uang tunai kepada peserta yang berhasil menjawab, bahkan menambah hadiah bagi peserta yang mampu menyempurnakan jawabannya.

Interaksi itu membuat suasana upacara terasa lebih cair. Para santri tidak sekadar mendengarkan sambutan, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang memadukan pengetahuan budaya, pendidikan karakter, dan kegembiraan.

Di akhir sambutannya, Om Zein menyampaikan harapan agar para peserta KSPT tumbuh menjadi generasi yang sehat, berperilaku baik, menjunjung kebenaran, berpengetahuan, dan terampil.

“Sing janten marurangkali sing hebat, sing Pancawaluya, cageur, bageur, bener, pinter, singer,” ujarnya dalam bahasa Sunda, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta.

KSPT 2026 diselenggarakan oleh Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat dengan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta sebagai tuan rumah. Kegiatan ini diikuti 1.200 peserta dan 70 pembina dari berbagai satuan pendidikan di Jawa Barat.

KSPT 2026 menjadi ruang perjumpaan bagi santri dari berbagai daerah untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengembangkan karakter melalui pendidikan kepramukaan. Melalui kegiatan ini, nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, dan pengabdian diharapkan semakin tumbuh seiring dengan penguatan nilai-nilai kepesantrenan dan Aswaja. (*)

Dokumentasi Acara:

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Kak Zein), menyematkan tanda peserta Kemah Santri Pramuka Terpadu (KSPT) 2026 kepada perwakilan santri.
Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Barat sekaligus Mabisako Ma’arif NU Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. (Kak Hj. Ifa), menyematkan tanda peserta KSPT 2026 kepada perwakilan santri.
Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA
Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *