Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Rabu, 4 November 2026

Berita

Dari Stik Es Krim hingga Diorama Ekosistem, Kreativitas Murid SD Plus 1 Al-Muhajirin Tumpah di Ruang Pameran

Oleh Fajar Maritim3 November 20264 menit baca
Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN — Rumah-rumahan dari stik es krim berdiri rapi di atas meja. Di sudut lain, hewan-hewan mini ditempatkan dalam sebuah diorama ekosistem. Ada pula pot dan wadah warna-warni dari bubur kertas, lukisan, karya dekoratif, hingga berbagai benda yang lahir dari bahan sederhana di tangan anak-anak.

Selasa, 3 November 2026, Aula Masjid At-Tazkiyah Al-Muhajirin Pusat, Jalan Veteran, Purwakarta, berubah menjadi ruang penuh warna.

Di sanalah murid-murid SD Plus 1 Al-Muhajirin Purwakarta memperlihatkan hasil perjalanan belajar mereka melalui Pameran Hasil Karya Murid.

Yang tersaji bukan karya dengan satu bentuk.

Ada miniatur rumah dan bangunan dari stik kayu. Ada diorama alam yang menghadirkan pepohonan, hewan dan lanskap. Ada pula karya bertema ekosistem dan rantai makanan yang mempertemukan unsur sains dengan kreativitas tangan anak-anak.

Di meja lainnya berjajar karya dari bubur kertas yang dibentuk menjadi berbagai wadah dan benda hias, kemudian diberi warna dan ornamen. Lukisan serta gambar anak-anak ikut memenuhi ruang pamer, berdampingan dengan kerajinan berbahan kertas, kardus, stik kayu dan berbagai bahan yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Satu demi satu karya seolah membawa ceritanya sendiri.

Sebab sebuah rumah kecil dari stik kayu, misalnya, tidak selesai hanya dengan menempelkan satu batang dengan batang lainnya. Di sana anak belajar mengukur, menyusun, memperkirakan bentuk dan menyelesaikan pekerjaan sampai berdiri menjadi sebuah bangunan.

Begitu pula ketika anak membuat diorama ekosistem.

Ada pengetahuan mengenai alam yang sedang dipelajari. Ada hubungan antara tumbuhan, hewan dan lingkungan yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk tiga dimensi agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Di sinilah karya menjadi bagian dari cara belajar.

Pameran tersebut menampilkan hasil pembelajaran dan kreativitas murid dalam bidang literasi, numerasi, Tatanen di Bale Atikan (TdBA), serta ekstrakurikuler.

Apa yang sebelumnya dipelajari di dalam kelas mendapatkan bentuk yang lebih konkret.

Angka, cerita, lingkungan, sains, keterampilan dan imajinasi tidak berhenti di buku pelajaran. Semuanya bertemu dalam karya yang bisa disentuh, dilihat, dijelaskan dan diperlihatkan kepada orang lain.

Anak-anak pun tidak hanya berdiri di belakang meja.

Mereka terlihat berinteraksi dengan pengunjung dan memperkenalkan karya yang telah dibuat. Pengalaman seperti itu memberi ruang kepada murid untuk belajar berbicara, menjelaskan gagasan dan tumbuh lebih percaya diri terhadap hasil kerja sendiri.

Pameran turut dihadiri Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta sekaligus Direktur Al-Muhajirin Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., serta Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, Dr. KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA.

Hadir pula kepala sekolah, pengawas, para guru SD Plus 1 Al-Muhajirin Purwakarta, orang tua murid serta keluarga besar sekolah.

Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam pameran tersebut.

Mereka datang melihat apa yang selama ini dilakukan anak-anak dalam proses belajar. Bahkan sejumlah karya dapat dibeli oleh orang tua sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kreativitas mereka.

Bagi anak, sebuah karya yang dihargai tentu memiliki makna tersendiri.

Ada perasaan bahwa usaha mereka dilihat.

Ada pengalaman bahwa sesuatu yang dibuat dengan sungguh-sungguh memiliki nilai.

Dari pengalaman sederhana itu, perlahan tumbuh keberanian untuk kembali mencoba dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Pendidikan dasar memang menjadi masa penting untuk membuka sebanyak mungkin ruang bagi rasa ingin tahu anak.

Anak perlu membaca. Anak perlu menghitung. Tetapi mereka juga perlu memegang, menyusun, menggambar, menanam, membentuk, membuat kesalahan, memperbaikinya, kemudian berani menunjukkan hasilnya.

Sebab kreativitas tumbuh dari proses.

Karya yang terlihat sederhana bagi orang dewasa bisa menjadi pencapaian besar bagi seorang anak. Di baliknya ada latihan kesabaran, koordinasi tangan, kemampuan berpikir, pengambilan keputusan hingga keberanian menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai.

Pameran karya di SD Plus 1 Al-Muhajirin akhirnya menjadi semacam jendela.

Orang tua bisa melihat proses pendidikan dari sisi yang berbeda.

Guru dapat melihat bagaimana pemahaman anak berkembang menjadi karya.

Sementara anak-anak mendapatkan pengalaman bahwa belajar dapat melahirkan sesuatu yang nyata.

Semangat itu tergambar dalam tema yang diusung, “Karya Bermakna, Generasi Berkarya, Masa Depan Mendunia.”

Setiap karya menyimpan cerita. Setiap proses menghadirkan pengalaman. Dan setiap ruang yang diberikan kepada anak untuk berkreasi dapat membuka kemungkinan yang lebih besar di masa depan.

Karena generasi hebat tumbuh melalui adab yang kuat, ilmu yang bermanfaat, sekaligus keberanian untuk terus belajar dan berkarya.

Dari rumah kecil berbahan stik kayu, pot bubur kertas, lukisan warna-warni hingga diorama ekosistem, anak-anak SD Plus 1 Al-Muhajirin sedang belajar satu hal penting: bahwa ilmu dapat dipelajari, imajinasi dapat diwujudkan, dan sebuah gagasan dapat tumbuh menjadi karya.

Kegiatan berlangsung hingga siang hari dan semakin semarak dengan berbagai penampilan seni. Para murid menampilkan kemampuan vokal, paduan suara, hingga ketangkasan dalam seni bela diri yang mendapat perhatian dari para pengunjung.

Pameran karya ini masih akan berlanjut pada Rabu, 4 November 2026. Pada hari kedua, kegiatan direncanakan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat SD Plus 1 Al-Muhajirin dalam menghadirkan proses pendidikan yang memberi ruang bagi pengetahuan, kreativitas, keberanian, dan bakat anak untuk tumbuh bersama.

SD Plus 1 Al-Muhajirin, BerMUTU dengan Adab dan Ilmu. (*)

Dokumentasi Acara:

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *