Haflah Akhirussanah SD Plus Al-Muhajirin Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Soroti Fenomena Mental Stoberi: Kenaikan Kelas Harus Diiringi Kenaikan Iman, Ilmu, dan Mental Tangguh

Bagikan artikel ini:
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menegaskan bahwa kenaikan kelas harus menjadi momentum untuk meningkatkan ilmu, amal, ibadah, serta membangun mental yang tangguh. Dalam Haflah Akhirussanah SD Plus Al-Muhajirin Tahun Pelajaran 2025/2026, beliau mengingatkan pentingnya sinergi sekolah dan orang tua dalam mencetak generasi berakhlak mulia, berdaya juang tinggi, serta siap menghadapi tantangan zaman.

AL-MUHAJIRIN – Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menegaskan bahwa kenaikan kelas bukan sekadar perpindahan jenjang akademik, tetapi harus menjadi momentum peningkatan kualitas diri, baik dalam ilmu, ibadah, maupun ketangguhan mental. Pesan tersebut disampaikannya dalam acara Haflah Akhirussanah SD Plus Al-Muhajirin Tahun Pelajaran 2025/2026 yang mengusung tema “Menggapai Impian dengan Ilmu, Membangun Bangsa dengan Akhlak” di Purwakarta, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Ifa mengajak seluruh siswa untuk mensyukuri keberhasilan menyelesaikan satu tahun pembelajaran sekaligus menjadikan kenaikan kelas sebagai motivasi untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

“Naik kelas bukan hanya berpindah dari kelas satu ke kelas dua atau dari kelas lima ke kelas enam. Yang lebih penting adalah naik kelas di hadapan Allah, bertambah ilmunya, bertambah amalnya, dan bertambah semangat ibadahnya,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mendampingi dan membimbing para siswa selama satu tahun penuh. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak lepas dari peran besar guru yang terus belajar dan mengembangkan diri.

Baca Juga:  SMP-MTs Al-Muhajirin Pusat Gelar Kegiatan Literasi, Siswa Tulis Puisi dan Review Buku

“Guru yang hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar. Karena itu, bukan hanya siswa yang harus naik kelas, tetapi guru dan orang tua juga harus terus naik kelas dalam kualitas diri dan pengabdiannya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Ifa menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi masa kini. Beliau mengingatkan tentang fenomena yang sering disebut sebagai “mental stroberi”, yaitu generasi yang tampak menarik dari luar tetapi kurang memiliki daya juang dan ketahanan menghadapi tantangan.

“Anak-anak hari ini tampilannya bisa sangat menarik, tetapi yang lebih penting adalah membangun mental yang kuat. Ilmu bisa dicari melalui teknologi, AI, atau internet, tetapi karakter, kepedulian, tanggung jawab, dan daya juang harus dibentuk melalui pendidikan dan pembiasaan,” tegasnya.

Baca Juga:  Dompet Sabilillah Muhajirin Salurkan Bantuan untuk Dede Wira, Bayi Penderita Hidrosefalus di Karawang

Karena itu, beliau meminta para orang tua mendukung berbagai program pembentukan karakter yang dilakukan sekolah, termasuk kegiatan-kegiatan sederhana seperti membersihkan lingkungan kelas, menjaga kebersihan sekolah, dan belajar bertanggung jawab terhadap tugas-tugas sehari-hari.

“Pendidikan mental, kepedulian terhadap lingkungan, dan tanggung jawab sosial merupakan bagian penting dari pendidikan yang sesungguhnya. Anak-anak harus dibiasakan menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

Dr. Hj. Ifa juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara sekolah, orang tua, dan organisasi Forsita dalam mendukung pendidikan anak-anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai hanya oleh sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga.

“Anaknya naik kelas, gurunya naik kelas, orang tuanya juga harus naik kelas. Setiap usia yang Allah berikan hendaknya diisi dengan bertambahnya ilmu, amal, dan ibadah,” katanya.

Pada bagian akhir sambutannya, beliau mengajak para orang tua untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan anak-anak ke pesantren. Ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya menguatkan pemahaman agama, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Perpustakaan Jakarta Apresiasi Buku Karya Assyifa Zhafira Azzahra Siswa SD Plus Al-Muhajirin Berjudul Hujan

Beliau mencontohkan banyak lulusan Al-Muhajirin yang berhasil mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri hingga diterima di berbagai perguruan tinggi negeri ternama.

“Di Al-Muhajirin, anak-anak kuat agamanya, juga dipersiapkan untuk menghadapi dunia. Mereka belajar ilmu agama, berkhidmat kepada guru, sekaligus memiliki kesempatan meraih prestasi akademik yang tinggi,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Dr. Hj. Ifa mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang naik kelas dan berharap mereka tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia, bermental tangguh, serta mampu menjadi kebanggaan orang tua di dunia dan akhirat.

“Selamat naik level untuk semuanya. Mudah-mudahan menjadi generasi yang kuat, berilmu, berakhlak, dan menjadi mahkota kebahagiaan bagi orang tua kelak di surga,” pungkasnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *