Haul ke-2 KH. Anang Nasihin di Al-Muhajirin 3: Menjaga Nyala Khidmah dan Warisan Perjuangan

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN– Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat menggema di lingkungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta, Sabtu (7/3/2026). Ribuan jamaah memadati area pesantren dalam rangka memperingati Haul ke-2 KH. Anang Nasihin, MA yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah.

Momentum ini menjadi ruang refleksi mendalam atas perjalanan hidup almarhum, sekaligus penegasan bahwa nilai-nilai pengabdian (khidmah) yang beliau wariskan tetap hidup dan terus berlanjut. Haul tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan simbol keberlanjutan perjuangan dalam membangun generasi berkarakter.

Kehadiran sejumlah tokoh penting turut menegaskan peran strategis Al-Muhajirin dalam dunia pendidikan Jawa Barat. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Jawa Barat, Dr. Andri Kustria Wardana, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA yang dinilai konsisten dalam membangun karakter santri melalui nilai “Pancawaluya”: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

Baca Juga:  Tingkatkan Kompetensi Guru Dalam Menggunakan Data, SD Plus Al Muhajirin Laksanakan Monitoring Evaluasi PMM

Di bawah kepemimpinan tersebut, Al-Muhajirin 3 terus berkembang menjadi pusat pembinaan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual, sejalan dengan visi menyongsong generasi emas Indonesia 2045.

Salah satu momen paling mengharukan dalam rangkaian acara adalah pemutaran video dokumenter yang menampilkan perjalanan hidup almarhum KH. Anang Nasihin. Dalam tayangan tersebut, tergambar sosok beliau sebagai ulama yang istiqamah dalam dakwah, serta peran penting Hj. Kiki Zakiah Nur’aisyah, S.S.I., M.H., sebagai istri sekaligus pengasuh pondok yang setia mendampingi perjuangan.

Baca Juga:  Selamat! Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd Resmi Dikukuhkan sebagai Asesor Majelis Masyayikh

Testimoni dari KH. Ade Mumu semakin menguatkan kesan mendalam tentang sosok almarhum dan keluarganya. Ia menyampaikan bahwa pendidikan di pesantren dibangun dengan pendekatan kasih sayang dan nasihat, bukan dengan kemarahan.

Sebagai Sohibul Hajat, Hj. Kiki Zakiah tampak sigap menyambut para tamu dengan penuh kehangatan, mencerminkan tradisi pelayanan khas pesantren yang menjunjung tinggi penghormatan kepada tamu.

Baca Juga:  Santri Putri Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Selenggarakan CCOKK, Cerdas Cermat Olahraga, Kebersihan, dan Kesehatan

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama menjelang malam. Para santri kembali ke asrama, sementara para alumni membawa pulang semangat baru untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan oleh almarhum. Haul ini menjadi bukti bahwa meski raga telah tiada, warisan pengabdian KH. Anang Nasihin tetap hidup dan berkembang di tengah keluarga besar Al-Muhajirin. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *