
AL-MUHAJIRIN – Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Purwakarta berlangsung khidmat dan penuh makna melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Agenda diawali dengan Khotmil Qur’an yang telah berlangsung sejak Jumat sore (6/3/2026) bertepatan dengan 16 Ramadhan. Kegiatan semaan Al-Qur’an 30 juz dilaksanakan secara khusyuk oleh para santri takhasus tahfizh hingga menjelang sahur 17 Ramadhan, bertempat di area maqbarah dan aula pesantren.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an sekaligus upaya membasuh hati dengan kalam Ilahi di bulan suci Ramadan.
Memasuki puncak acara, Tabligh Akbar menghadirkan Ketua MUI Jawa Barat, KH. Aang, yang menyampaikan tausiyah mendalam tentang hakikat kehidupan dan kematian sebagai ujian amal (ahsanu ‘amala). Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati serta menghindari rasa malas dalam beribadah, khususnya di penghujung Ramadan.
Dalam tausiyahnya, ia juga menegaskan bahwa almarhum KH. Anang Nasihin merupakan sosok yang mengabdikan hidupnya untuk berkhidmat kepada guru, keluarga, dan santri. Keteladanan tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh jamaah yang hadir.
Wujud nyata nilai-nilai Al-Qur’an juga terlihat dalam kegiatan santunan kepada yatim dan dhuafa. Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA secara langsung menyerahkan bantuan kepada sekitar 2.000 penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa paket beras, sarung, Al-Qur’an, serta uang tunai, sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
Kebersamaan semakin terasa hangat saat kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh para santri, alumni, dan jamaah. Doa penutup dipimpin oleh Habib Thahir bin Yahya, sebelum seluruh hadirin menikmati hidangan berbuka dalam suasana penuh kekeluargaan.
Malam harinya, suasana semakin semarak dengan kehadiran penyanyi religi Sulis, yang kembali hadir untuk kedua kalinya di Al-Muhajirin 3. Lantunan selawat yang dipimpinnya mengajak seluruh jamaah larut dalam munajat dan ekspresi cinta kepada Rasulullah SAW.
Cahaya lampu dari ponsel para jamaah yang menyala di tengah lantunan selawat menciptakan suasana syahdu yang memperkuat kekhidmatan malam tersebut.
Acara juga dirangkai dengan temu alumni lintas generasi sebagai ajang mempererat silaturahmi. Dalam kesempatan itu, Hj. Kiki Zakiah Nur’aisyah menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para alumni serta berpesan agar mereka terus menjaga identitas sebagai santri dan menyebarkan keberkahan ilmu di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata dari alumni kepada pengasuh pondok serta sesi foto bersama. Tepat pukul 23.00 WIB, acara resmi ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya peringatan Nuzulul Qur’an yang sarat makna spiritual dan sosial.
Momentum ini menegaskan bahwa Al-Muhajirin 3 tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat pembinaan nilai keagamaan dan kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat. (*)
