
AL-MUHAJIRIN— SD Plus 2 Al-Muhajirin Purwakarta terus memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai keislaman, salah satunya melalui kegiatan Kontroling Wudhu yang rutin dilaksanakan dalam aktivitas keseharian santri. Program ini menjadi bagian penting dari pembiasaan ibadah sejak usia dini di lingkungan sekolah.
Kegiatan kontroling wudhu bertujuan membiasakan santri melaksanakan wudhu dengan benar, tertib, dan sesuai tuntunan syariat Islam. Melalui pembiasaan ini, santri tidak hanya diajarkan aspek teknis ibadah, tetapi juga ditanamkan kesadaran akan makna wudhu sebagai proses penyucian diri sebelum menghadap Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, para santri mendapatkan pendampingan langsung dari guru dan wali kelas. Setiap tahapan wudhu diperhatikan secara saksama, mulai dari niat, urutan membasuh anggota wudhu, kesempurnaan gerakan, hingga adab dalam menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Kontroling dilakukan secara bergiliran agar seluruh santri memperoleh pembinaan yang merata dan optimal.
Kepala SD Plus 2 Al-Muhajirin Purwakarta menyampaikan bahwa wudhu memiliki nilai pendidikan karakter yang sangat kuat.
“Melalui kontroling wudhu, kami menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kebersihan, kesabaran, serta kesadaran bahwa wudhu merupakan kunci sahnya shalat. Jika wudhunya baik, maka shalatnya pun akan lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembiasaan wudhu yang benar di sekolah diharapkan dapat terbawa hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, sinergi antara pendidikan di sekolah dan keluarga dapat terbangun secara berkelanjutan.
Para guru juga memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana edukasi praktik langsung, sehingga santri tidak hanya memahami teori fiqih wudhu, tetapi mampu mengamalkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membentuk karakter religius santri sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan kontroling wudhu merupakan bagian dari komitmen SD Plus 2 Al-Muhajirin Purwakarta sebagai Sekolah Karakter yang berupaya menanamkan nilai iman dan amal secara terpadu. Melalui pembiasaan ibadah yang terprogram dan berkelanjutan, sekolah berharap dapat melahirkan generasi cerdas dan memiliki akhlak mulia dan kesadaran beragama yang kuat sejak dini. (*)
