Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta

Rabu, 4 November 2026

Berita

Pembiasaan Dzikir dan Salat Dhuha SD Plus Al-Muhajirin Pusat Tanamkan Adab dan Karakter Sejak Dini

Oleh Fajar Maritim30 Oktober 20263 menit baca
Bagikan artikel ini:

ALMUHAJIRIN— Suasana pagi di lingkungan SDS Plus Al-Muhajirin Pusat di Jalan Veteran, Purwakarta, terasa khidmat ketika para murid berkumpul di lapangan untuk mengikuti pembiasaan dzikir dan Salat Dhuha bersama, Jumat 30 Oktober 2026.

Dengan mengenakan pakaian yang rapi dan perlengkapan salat, para murid mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Barisan demi barisan memenuhi lapangan sekolah, sementara para guru mendampingi dan mengarahkan pelaksanaan ibadah agar berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan yang terus ditanamkan SDS Plus 1 Al-Muhajirin kepada para murid. Pendidikan di sekolah diarahkan agar perkembangan akademik berjalan beriringan dengan pembentukan adab, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan kepada Allah SWT.

Melalui Salat Dhuha yang dilaksanakan secara bersama-sama, murid dibiasakan untuk mengenal pentingnya menjaga hubungan dengan Allah sejak usia dini. Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh menjadi kesadaran pribadi sehingga ibadah tidak berhenti ketika berada di lingkungan sekolah, tetapi turut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan dzikir juga memberikan ruang bagi para murid untuk memulai aktivitas belajar dengan suasana hati yang lebih tenang. Di tengah kegiatan pendidikan yang padat, sekolah berupaya menghadirkan keseimbangan antara pembelajaran di kelas, pembentukan karakter, serta penguatan nilai spiritual.

Rutinitas yang dilakukan secara konsisten mempunyai peranan besar dalam pendidikan anak. Datang tepat waktu, berbaris dengan tertib, menyiapkan perlengkapan salat, mengikuti imam, berdzikir, hingga menjaga ketenangan selama kegiatan merupakan proses pendidikan karakter yang dipraktikkan secara langsung.

Dari pembiasaan tersebut, murid belajar bahwa disiplin tidak selalu hadir melalui aturan tertulis. Disiplin dapat tumbuh melalui kebiasaan baik yang terus dilakukan, dicontohkan, dan didampingi oleh para guru.

Kegiatan Salat Dhuha bersama juga menjadi sarana membangun kebersamaan antarmurid. Seluruh siswa berdiri dalam barisan yang sama, mengikuti gerakan yang sama, serta bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT. Kebersamaan tersebut menanamkan nilai persaudaraan, kesetaraan, kepedulian, dan rasa saling menghargai.

Dalam proses pendidikan, pembentukan karakter membutuhkan waktu dan keteladanan. Karena itu, SDS Plus 1 Al-Muhajirin terus menghadirkan kegiatan yang memungkinkan murid mengalami langsung nilai-nilai yang diajarkan.

Nilai keagamaan tidak berhenti pada materi pelajaran, tetapi diterjemahkan dalam aktivitas keseharian. Anak-anak diajak mengenal ibadah melalui praktik, membangun kedisiplinan melalui rutinitas, serta memahami adab melalui contoh yang diberikan lingkungan sekolah.

Semangat tersebut sejalan dengan visi pendidikan SDS Plus 1 Al-Muhajirin, yaitu membentuk generasi Bermutu dengan Adab dan Ilmu. Ilmu pengetahuan menjadi bekal untuk menghadapi perkembangan zaman, sementara adab dan nilai keimanan menjadi fondasi dalam menggunakan ilmu tersebut secara baik dan bertanggung jawab.

Sekolah menyadari bahwa pendidikan dasar merupakan salah satu fase penting dalam pembentukan kebiasaan anak. Apa yang terus ditanamkan pada masa tersebut dapat memberi pengaruh panjang terhadap cara anak belajar, berinteraksi, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupannya kelak.

Karena itu, pembiasaan ibadah seperti dzikir dan Salat Dhuha ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan yang menyeluruh. Sekolah berharap murid tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, memiliki ketenangan hati, disiplin, santun, serta mempunyai kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Pemandangan ratusan murid yang bersama-sama menunaikan Salat Dhuha di lapangan juga menggambarkan bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak.

Dari satu rakaat ke rakaat berikutnya, dari doa-doa yang dilafalkan, hingga kebiasaan menjaga ketertiban, sekolah sedang menanam benih-benih kebaikan yang diharapkan terus tumbuh seiring bertambahnya usia para murid.

Pembiasaan tersebut menjadi salah satu ikhtiar SDS Plus 1 Al-Muhajirin dalam menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek pengetahuan, sikap, kebiasaan, dan spiritualitas secara bersamaan.

Dengan dukungan guru serta lingkungan pendidikan yang kondusif, sekolah berharap setiap murid mampu membawa nilai-nilai baik yang diperoleh di sekolah ke dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Dari lapangan sekolah pada pagi hari, langkah itu terus dimulai: menanam kebaikan, menguatkan adab, menumbuhkan ilmu, dan mempersiapkan generasi yang dekat dengan Allah SWT sekaligus siap menghadapi masa depan. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *