Penutupan Haflah Nuzulul Qur’an 1447 H di Pesantren Al-Muhajirin Pusat Berlangsung Khidmat

Bagikan artikel ini:
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A.

AL-MUHAJIRIN— Malam itu, Lapangan Al-Muchtar Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat dipenuhi suasana khidmat dan kebersamaan. Rabu malam, 11 Maret 2026 atau bertepatan dengan 21 Ramadan 1447 H, para santri berkumpul dalam satu majelis yang penuh kehangatan, haru, dan kebanggaan.

Itulah penutupan Haflah Nuzulul Qur’an 1447 H yang dirangkai dengan Malam Muwada’ah, malam perpisahan sebelum para santri kembali ke rumah masing-masing pada keesokan harinya untuk menyambut Idul Fitri bersama keluarga.

Mengusung tema “Al-Qur’an Turun Menuntun, Santri Naik Menembus Batas”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni penutup perlombaan di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi para santri untuk meneguhkan hubungan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Sejak awal acara, nuansa spiritual terasa begitu kuat. Salam dan shalawat dilantunkan bersama, disusul pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di lapangan pesantren.

Tilawah Al-Qur’an yang dilanjutkan lantunan shalawat dan hadroh menghidupkan suasana malam Ramadan dengan penuh kekhusyukan.

18 Cabang Lomba Meriahkan Haflah Nuzulul Qur’an

Ketua Panitia Haflah Nuzulul Qur’an, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 26 Februari 2026 dan mencapai puncaknya pada babak final yang digelar 8–9 Maret 2026.

Sebanyak 18 cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Cabang yang dilombakan mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan seni Islami, di antaranya:

  • MHQ 10 Juz, MHQ 5 Juz, MHQ Juz 29 & 30, MHQ Juz 30
  • Tilawatil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an
  • MQK Al-Arba’in Al-‘Ilmiyah, Bulughul Maram, Riyadussholihin, Tafsir Juz ‘Amma
  • Puitisasi Makna Ayat Al-Qur’an, Taqdim Al-Qishah Fi Al-Qur’an
  • Sholawat Rohman & Istiqbal, Nasyid Ramadhan
  • Makalah Al-Qur’an, Khottil Qur’an, Sains Al-Qur’an
Baca Juga:  Mari Berjamaah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Masjid Al-Mukhtar Ponpes Al-Muhajirin Pusat

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama panitia, organisasi santri OPAL (Organisasi Pelajar Al-Muhajirin), para asatidz dan ustadzah, serta antusiasme para santri yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Para santri putra Al-Muhajirin Pusat Juara Haflah Nuzulul Qur’an 1447 H
Para santri putri Al-Muhajirin Pusat Juara Haflah Nuzulul Qur’an 1447 H

Momen Haru Wisuda Super Nahwu

Salah satu momen yang paling menyentuh adalah prosesi wisuda program Super Nahwu.

Puluhan santri yang telah menyelesaikan program tersebut maju satu per satu untuk menerima penghargaan dengan predikat Mumtaz. Mereka disaksikan langsung oleh pimpinan pesantren serta para guru yang selama ini membimbing mereka.

Program Super Nahwu merupakan metode pembelajaran yang dirancang untuk membantu para santri memahami kaidah nahwu secara lebih praktis sehingga mampu membaca kitab gundul dengan lebih lancar dalam waktu relatif singkat.

Metode ini disusun sebagai upaya menghadirkan pembelajaran nahwu yang lebih efektif, aplikatif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Program tersebut berangkat dari karya KH. Rd. Marpu Muhyiddin Ilyas, M.A., pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, yang merancang buku dan metode pembelajaran nahwu praktis bagi para santri.

Pesan Dr. Hj Ifa: Ilmu Pesantren Harus Terlihat di Rumah

Direktur Kampus Pusat sekaligus Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para santri yang telah menjalani Ramadan di pesantren dengan penuh kesungguhan.

Sambutan Direktur Kampus Pusat sekaligus Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.

Beliau mengingatkan bahwa proses belajar para santri tidak berhenti ketika mereka meninggalkan pesantren. Justru kehidupan di rumah dan di tengah masyarakat menjadi ruang ujian nyata bagi ilmu yang telah dipelajari di pondok.

Menurutnya, santri harus mampu membawa kebiasaan baik dari pesantren ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kalian kembali ke rumah, di situlah pembelajaran yang sesungguhnya. Ilmu yang didapatkan di pesantren harus terlihat dalam akhlak, ibadah, dan sikap kalian di tengah keluarga dan masyarakat,” pesannya.

Baca Juga:  Anak Sehat, Belajar Hebat! SD Plus Al-Muhajirin Tuntaskan Program BIAS 2025

Beliau juga mengajak para santri untuk tetap menjaga istiqamah dalam ibadah dan adab, termasuk menjaga salat, zikir, dan kebiasaan baik yang selama ini dilatih di pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj Ifa juga mengajak para santri untuk memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi masyarakat. Ia menyinggung berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, seperti banjir di Bekasi dan Karawang serta longsor di Sukabumi dan Cianjur.

Menurutnya, situasi tersebut mengajarkan pentingnya empati, kepedulian, serta sikap sederhana dalam menjalani kehidupan.

Beliau juga mengingatkan agar para santri tidak memaknai Hari Raya Idul Fitri dengan tuntutan berlebihan.

“Jangan sampai kita merasa lebaran harus serba baru atau serba ada. Banyak saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Karena itu, biasakan hidup sederhana dan jangan memberatkan orang tua,” ujarnya.

Pesan lain yang tak kalah penting adalah tentang berbakti kepada orang tua. Kepulangan para santri ke rumah, menurutnya, harus menjadi momentum untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada orang tua.

“Ketika sampai di rumah nanti, jangan ke mana-mana dulu sebelum mencium tangan kedua orang tua. Mereka adalah orang yang paling berhak kita hormati,” pesannya.

Tausiyah Syaikhuna tentang Lailatul Qadar

Puncak acara ditutup dengan tausiyah dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A.

Meski baru tiba dari perjalanan dan kegiatan lainnya, beliau tetap hadir untuk memberikan pesan kepada para santri.

Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan tentang keutamaan Lailatul Qadar serta pentingnya memperbanyak amal pada malam-malam terakhir Ramadan.

Baca Juga:  Santri-santri Al Muhajirin Kembali Raih Prestasi di Ajang Lomba Tingkat Nasional

Beliau menggambarkan kehidupan manusia sebagai gema dari amal perbuatannya. Apa yang dilakukan seseorang akan kembali kepada dirinya sendiri dalam bentuk balasan dari Allah.

Karena itu, beliau mengajak para santri untuk terus memperbanyak mujahadah, zikir, shalawat, sedekah, silaturahmi, serta menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam beramal.

Menurut beliau, pesantren pada hakikatnya adalah tempat berinvestasi amal.

Beliau juga mendoakan agar seluruh santri senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki bagi orang tua mereka, serta dipertemukan kembali di pesantren setelah libur Idul Fitri.

Malam Seni Santri dan Pembagian Juara

Malam penutupan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni islami para santri, di antaranya:

  • Syarhil Qur’an oleh Zika dan tim
  • Puitisasi makna ayat Al-Qur’an oleh Fattan Albiri
  • Nasyid Ramadan oleh Rena Ayu
  • Sholawat Rohman dan Istiqbal oleh Tahsin SMA/MA Putra
  • Taqdim Al-Qishah Fi Al-Qur’an oleh Lukiana Naura

Suasana semakin semarak ketika pengumuman juara berbagai cabang lomba dilakukan. Para pemenang menerima piala dan penghargaan yang diserahkan langsung oleh para ustadz dan ustadzah.

Secara keseluruhan, Asrama Putri berhasil meraih Juara Umum Haflah Nuzulul Qur’an 1447 H, dengan perolehan poin tertinggi dibandingkan Asrama Putra.

Malam Muwada’ah yang Penuh Haru

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, takbir, serta yel-yel semangat Al-Muhajirin yang menggema di lapangan.

Bagi para santri, malam itu bukan sekadar penutupan kegiatan Ramadan di pesantren. Ia juga menjadi malam perpisahan sementara sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing.

Namun satu pesan tetap menguat dalam hati: bahwa Al-Qur’an yang diturunkan sebagai petunjuk hidup harus terus mereka bawa—ke rumah, ke masyarakat, dan ke masa depan. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *