Refleksi Hari Ini, 7 Januari 2026: Dzikir dan Keikhlasan dalam Beramal

Bagikan artikel ini:
Ketua Yayasan Al Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd

AL-MUHAJIRIN — Dzikir (mengingat Allah SWT) dan keikhlasan merupakan dua unsur penting yang menentukan nilai suatu amal dalam Islam. Amal yang besar tidak akan bernilai di sisi Allah SWT tanpa keikhlasan, dan keikhlasan hanya dapat tumbuh dari hati yang senantiasa berdzikir kepada-Nya.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd, menyampaikan bahwa dzikir berfungsi membersihkan niat dan menjaga hati agar tetap lurus dalam setiap amal kebaikan, baik dalam ibadah ritual maupun dalam pengabdian sosial dan pendidikan.

“Dzikir menjaga hati agar tidak bergeser dari niat karena Allah SWT. Dengan dzikir, amal menjadi ringan dijalani, meski tanpa pujian dan pengakuan,” tutur Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah.

Baca Juga:  Najis-Najis Bikin Masuk Surga

Keikhlasan sebagai Ruh Amal

Dalam ajaran Islam, keikhlasan merupakan ruh dari setiap amal. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dzikir membantu seorang Muslim untuk terus memperbarui niatnya, sehingga amal yang dilakukan tidak tercampur oleh riya, ujub, atau kepentingan duniawi. Hati yang terbiasa berdzikir akan lebih mudah menerima bahwa balasan sejati hanya datang dari Allah SWT.

Dzikir dan Konsistensi Amal Kebaikan

Keikhlasan yang lahir dari dzikir juga melahirkan konsistensi dalam beramal. Orang yang ikhlas tidak mudah lelah dalam kebaikan, karena orientasinya bukan manusia, melainkan ridha Allah SWT. Dzikir menumbuhkan keteguhan untuk terus berbuat baik meski tidak selalu terlihat atau dihargai.

Baca Juga:  LIVE Pengajian Minggu Al-Muhajirin: Tafsir Juz 'Amma bersama KH Marpu Muhyiddin Ilyas, MA

Allah SWT berfirman:
“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Keikhlasan dalam Kehidupan Sehari-hari

Keikhlasan tercermin dalam sikap menerima tugas dengan lapang dada, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta membantu sesama tanpa mengharap balasan. Dzikir menjadi penguat batin agar seseorang tetap istiqamah dalam keikhlasan, terutama ketika menghadapi ujian, kritik, atau keterbatasan.

Baca Juga:  LIVE Tafsir Juz 'Amma Kontemporer Al-Hayat Ath Thoyibah Ma'al Qur’an bersama KH Marpu Muhyiddin Ilyas, MA

Dalam dunia pendidikan dan pengabdian umat, keikhlasan menjadi pondasi utama keberkahan amal. Tanpa keikhlasan, aktivitas mulia dapat kehilangan nilai spiritualnya.

Dzikir sebagai Penjaga Hati

Dzikir berfungsi sebagai penjaga hati agar tetap bersih dan terarah. Hati yang hidup dengan dzikir akan peka terhadap niat, mudah bertaubat ketika tergelincir, dan cepat kembali kepada Allah SWT. Dari hati yang ikhlas inilah lahir amal-amal yang membawa manfaat luas dan keberkahan. Keikhlasan inilah yang menjadikan setiap langkah hidup bernilai ibadah dan menghadirkan ketenangan serta keberkahan dalam kehidupan. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *