Semarak Hari Santri 2026, Lomba Hadroh dan Qasidah Tingkat Kabupaten Purwakarta Resmi Dibuka di Al-Muhajirin Pusat

AL-MUHAJIRIN — Perlombaan Hadroh dan Qasidah tingkat Kabupaten Purwakarta resmi dibuka di Aula SDK Al-Muhajirin Pusat, Jalan Veteran, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini diikuti 21 grup peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan pesantren di Kabupaten Purwakarta, dengan total hadiah jutaan rupiah.

Pembukaan perlombaan dihadiri Rois Syuriah PWNU Jawa Barat sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, yang menyampaikan taujihat kepada para peserta dan hadirin.
Turut hadir Rais Syuriah PCNU Kabupaten Purwakarta beserta Katib, Ketua PCNU Kabupaten Purwakarta bersama jajaran pengurus, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) yang mewakili Bupati Purwakarta.
Hadir pula jajaran panitia Hari Santri Nasional dan perwakilan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya Kabupaten Purwakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD LASQI Nusantara Jaya sekaligus Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perlombaan tersebut. Hj. Ifa mengawali sambutan dengan mengajak seluruh hadirin mendoakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Barat.

“Mudah-mudahan sosok beliau menjadi panutan dan inspirasi bagi kita semua. Semoga kita dapat mengikuti jejak perjuangan beliau serta mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” ujarnya.
HJ. Ifa menjelaskan, perlombaan tahun ini diikuti 21 grup dari berbagai tingkatan, mulai dari sekolah dasar hingga pesantren. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan bermusik atau memperebutkan hadiah, melainkan juga menjadi ruang untuk menghidupkan seni budaya Islam sebagai bagian dari syiar dakwah.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, mencari kemeriahan, atau keindahan semata, melainkan menjadi nilai syiar dakwah dan bentuk ibadah kita. Melalui seni budaya Islam, kita satukan semangat dakwah ila Allah. Kami berharap, melalui momentum ini lahir kader-kader bangsa dan santri yang mengakar ke bumi, menjulang ke langit, demi berbakti dari santri untuk negeri,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hj. Ifa menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai budaya Islam di tengah generasi muda. Menurutnya, seni hadroh dan qasidah dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus membentengi generasi muda dari dekadensi moral dan pengaruh negatif budaya luar.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan seruan bersama “Dari Santri untuk Negeri!” yang menggema di antara peserta dan tamu undangan. Setelah pembukaan, perlombaan dilanjutkan dengan penampilan masing-masing grup yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam seni hadroh dan qasidah.
Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, merawat tradisi seni Islami, dan melanjutkan syiar Islam melalui karya. (*)
Dokumentasi Acara:


