Optimalisasi Potensi Santri melalui Analisa Sidik Jari Biometri di SDS Plus 2 Al-Muhajirin

Bagikan artikel ini:

PURWAKARTA — SDS Plus 2 Al-Muhajirin menyelenggarakan kegiatan Analisa Sidik Jari Biometri sebagai bagian dari program pengembangan diri santri yang bertujuan mengenali potensi dan karakter anak secara komprehensif sejak usia dini. Kegiatan ini memanfaatkan teknologi biometri untuk membantu sekolah memahami keunikan setiap santri secara lebih terukur dan ilmiah.

Melalui analisa sidik jari, setiap santri dipetakan berdasarkan pola yang merefleksikan kecenderungan gaya belajar, dominasi otak kiri dan kanan, tingkat sensitivitas, pola komunikasi, serta potensi bakat alami yang dimiliki sejak lahir. Hasil analisa tersebut memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana santri menerima informasi, merespons pembelajaran, dan menunjukkan minat serta preferensi aktivitas.

Baca Juga:  Kadisdik Purwakarta Sebut Perekrutan Guru di Al Muhajirin tidak Sembarangan dan Bukan Ecek ecek

Data yang diperoleh menjadi acuan penting bagi guru dan orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang santri. Sekolah dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang lebih tepat, seperti penerapan metode visual, auditori, dan kinestetik, penguatan aspek kreativitas maupun logika, serta penugasan yang disesuaikan dengan profil belajar masing-masing anak.

Selain mendukung aspek akademik, program ini juga berperan dalam pembinaan karakter. Dengan memahami kecenderungan perilaku dan pola emosi santri, pendidik dapat membangun interaksi yang lebih empatik, positif, dan efektif, sehingga proses pembinaan berlangsung secara lebih humanis dan berkesinambungan.

Baca Juga:  Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta Ucapkan Selamat atas Pelantikan Menteri Haji & Umroh RI

Melalui kegiatan Analisa Sidik Jari Biometri ini, SDS Plus 2 Al-Muhajirin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang personal, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi santri secara optimal, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun spiritual. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap berkembang sesuai fitrah dan keunikannya masing-masing. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *