Syaikhuna KH. Abun Bunyamin Tekankan Makna Santri dalam Khutbatul Ikhtitam Al-Muhajirin 3

Bagikan artikel ini:

AL-MUHAJIRIN— Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., menyampaikan tausyiah dalam kegiatan Khutbatul Ikhtitam 2026 Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Citapen Purwakarta, Sabtu, 17 Mei 2026.

Dalam tausyiahnya, Syaikhuna mengingatkan para santri bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi para wisudawan sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan dan kehidupan di tengah masyarakat.

Syaikhuna juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam diri seorang santri. Menurutnya, santri ideal harus mampu menggabungkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.

Ketiga unsur tersebut menjadi bekal utama agar santri tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam bersikap, kuat secara mental, dan memiliki kedekatan yang kokoh dengan Allah SWT.

Baca Juga:  Lounching Buku Karya Syaikhuna Prof. DR, KH. Abun Bunyamin, M.A, Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Al-Muhajirin Kampus 2

Dalam kesempatan itu, Syaikhuna menjelaskan filosofi kata “SANTRI” sebagai akronim dari nilai-nilai luhur yang harus dijaga oleh setiap santri. Nilai tersebut adalah Sholat, Akhlaqul Karimah, Niat yang baik, Taqwa, Ridho, dan Ikhlas.

Filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa identitas santri tidak berhenti pada pakaian atau lembaga tempat belajar, tetapi tercermin dalam ibadah, akhlak, niat, ketakwaan, keridhaan, dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.

Pesan Syaikhuna semakin memperkuat makna tema Khutbatul Ikhtitam tahun ini, yaitu “Mengakar ke Bumi Menjulang ke Langit”. Tema tersebut menggambarkan harapan agar santri tetap kokoh berpegang pada nilai agama, adab, dan tradisi pesantren, sekaligus terus berkembang meraih prestasi dan memberi manfaat luas.

Baca Juga:  Sukses.. Guru SMI 1 3 Al Muhajirin, Juara 1 Lomba Video Pembelajaran Inovatif Bahasa Arab Tingkat Nasional

Suasana haru terasa ketika acara memasuki prosesi sungkeman. Perwakilan wisudawan bersimpuh di hadapan para pengasuh dan orang tua. Momen tersebut menjadi ruang ungkapan terima kasih, permohonan maaf, sekaligus penghormatan kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Isak tangis haru tampak mewarnai prosesi tersebut. Para orang tua menyaksikan putra-putrinya telah melewati proses panjang pendidikan pesantren dan siap melangkah ke tahap kehidupan berikutnya.

Setelah prosesi sungkeman, acara dilanjutkan dengan Salam Ta’dzim, pengucapan ikrar dan janji alumni, pengumuman kejuaraan, pembagian hadiah bagi santri berprestasi, serta prosesi wisuda. Para santri kemudian dipanggil satu per satu ke atas panggung untuk menerima penghargaan kelulusan.

Baca Juga:  Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pesantren Interpreneur

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syaikhuna, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh makna bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3.

Khutbatul Ikhtitam 2026 bukan hanya menjadi acara kelulusan, tetapi juga menjadi pengingat bagi para santri untuk terus menjaga nilai-nilai pesantren. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan doa para guru serta orang tua, para alumni diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *