KSP Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman Gandeng Tangan Syaikhuna KH. Abun Bunyamin, Cerminkan Sinergi Ulama dan Umara Bangun Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Bagikan artikel ini:
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman berjalan berdampingan sambil menggandeng tangan Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., didampingi Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat PABPDSI Masa Bhakti 2026–2032 di Alun-Alun Pasanggrahan Pajajaran, Purwakarta, Senin (13/7/2026).

AL-MUHAJIRIN– Rais Syuriah PWNU Jawa Barat sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Masa Bhakti 2026–2032 yang digelar di Alun-Alun Pasanggrahan Pajajaran, Purwakarta, Senin (13/7/2026).

Kehadiran Syaikhuna dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi ulama dalam memberikan dukungan moral dan spiritual terhadap penguatan pembangunan desa di Indonesia.

Baca Juga:  Delapan Santri Al-Muhajirin Pusat Purwakarta Borong Prestasi Membanggakan di Seleksi MQKN Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025

Tampak hadir pula Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., bersama sejumlah tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, dan pengurus PABPDSI dari berbagai daerah.

Dalam momen yang menarik perhatian, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman tampak berjalan berdampingan sambil menggandeng tangan Syaikhuna KH. Abun Bunyamin, MA.

Potret tersebut mencerminkan eratnya hubungan serta sinergi yang harmonis antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:  Al-Muhajirin Purwakarta Gelar Pesantren Lailatul Ijtima Spesial Bulan Rajab di ABM Farm: Menggali Rahasia Shalat Khusyuk

Sinergi yang kokoh antara ulama dan pemimpin merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Ketika umara menghormati ulama, dan ulama membimbing serta mengayomi umara, maka akan tercipta kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai agama, keadilan, dan kemaslahatan bersama.

Semoga kebersamaan ini senantiasa menjadi ikhtiar untuk menghadirkan Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur—negeri yang baik, makmur, penuh keberkahan, serta mendapat ampunan dan ridha Allah SWT.

Baca Juga:  Dirgahayu RI ke-80, Yayasan Al-Muhajirin Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Bangsa

Kehadiran Syaikhuna KH. Abun Bunyamin dalam berbagai forum kebangsaan menunjukkan komitmen Al-Muhajirin untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *