
WANAYASA– Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, mengatakan bahwa kehadiran Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus 5 merupakan bagian dari ikhtiar besar Al-Muhajirin dalam menyiapkan kader-kader ulama yang akan melanjutkan perjuangan dakwah Islam di masa depan.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara Wisuda Tahfizh dan Tahsin Al-Qur’an Metode Hijroti Pondok Pesantren Al-Muhajirin 5, Kamis, 25 Juni 2026.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., Pengasuh Ponpes Al-Muhajirin Kampus Pusat KH. Rd. Marpu Muhiddin Ilyas, MA., Ketua LTTQ Al-Muhajirin Dr. H. Cece Nurhikmah, M.Ag., PD Pontren Kemenag Purwakarta H. Agus Solahudin, M.Ag., Camat Wanayasa Heru Agus Riyanto, S.STP., M.Si., para asatidz, wali santri, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Ifa Faizah menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah menempuh proses panjang dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an merupakan anugerah istimewa yang diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba pilihan-Nya.
“Kami yakin, bukanlah hal yang mudah untuk bertafaqquh bersama Al-Qur’an. Semoga seluruh perjuangan anak-anakku menjadi syahadah di hadapan Allah SWT, sebagai bukti cinta dan khidmah kepada Al-Qur’an,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya hingga mencapai tahap wisuda.
Menurutnya, keberhasilan anak-anak menghafal Al-Qur’an merupakan kebahagiaan yang sangat besar sekaligus harapan akan hadirnya mahkota kemuliaan bagi kedua orang tua di akhirat kelak.
“Kami mengucapkan selamat atas prestasi anak-anak yang telah menghafal Al-Qur’an. Insya Allah mereka kelak menjadi sebab hadirnya mahkota kemuliaan bagi kedua orang tuanya di akhirat,” katanya.
Hj. Ifa menegaskan bahwa kemampuan menghafal Al-Qur’an bukan semata-mata hasil usaha manusia, melainkan karena kehendak Allah SWT yang memilih dan menitipkan Al-Qur’an ke dalam hati para hamba-Nya.
Beliau mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Qiyamah ayat 17, “Inna ‘alaina jam’ahu wa qur’anah” yang bermakna bahwa Allah-lah yang mengumpulkan dan menanamkan Al-Qur’an dalam hati manusia.
Karena itu, beliau mengajak para wisudawan untuk mensyukuri nikmat tersebut dengan terus menjaga hafalan dan istiqamah bersama para guru serta dukungan orang tua.
“Hidayah yang begitu istimewa ini harus dijaga. Setiap jalan kebaikan pasti memiliki ujian dan tantangan. Karena itu mari kita kuatkan istiqamah agar Allah menjadikan kita bagian dari penjaga kelestarian Al-Qur’an melalui kader-kader pilihan-Nya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hj. Ifa menjelaskan bahwa Al-Muhajirin Kampus 5 dibangun sebagai bagian dari cita-cita besar Syaikhuna untuk melahirkan generasi ulama.
Menurutnya, meskipun Al-Muhajirin telah banyak meraih prestasi akademik dan olimpiade tingkat nasional, perhatian utama pesantren tetap tertuju pada lahirnya kader-kader ulama.
“Karena jika bukan pesantren, lalu siapa lagi yang akan melahirkan kader ulama?” ungkapnya.
Beliau menjelaskan bahwa menjadi ulama memerlukan proses pembinaan yang lebih mendalam daripada pembelajaran formal biasa. Dibutuhkan program khusus, guru khusus, serta lingkungan yang mendukung untuk membentuk karakter dan keilmuan para calon ulama.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Al-Muhajirin Kampus 5 menyelenggarakan Program Karantina Tahfizh 30 Juz dalam satu tahun.
Para santri diprioritaskan untuk fokus menghafal Al-Qur’an selama sekitar sepuluh bulan dengan kurikulum yang disesuaikan agar target hafalan dapat tercapai secara optimal.
“Alhamdulillah hasilnya dapat kita saksikan bersama hari ini,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada tahfizh, Kampus 5 juga menjadi pusat berbagai program pembinaan lanjutan. Pada awal tahun ini, Al-Muhajirin melaksanakan program persiapan studi ke luar negeri bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Mesir.
Hj. Ifa mengungkapkan seluruh peserta program tersebut berhasil diterima di Universitas Al-Azhar Mesir.
Selain itu, Al-Muhajirin juga menjalin kerja sama dengan Kampung Inggris Singosari untuk memperkuat kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris para santri melalui program intensif.
“Insya Allah kader-kader ulama Al-Muhajirin Kampus 5 tidak hanya kuat dalam Al-Qur’an, tetapi juga menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris sehingga siap berdakwah di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” katanya.
Beliau juga menyebutkan bahwa telah menugaskan H. Enang Sutiana, M.Pd., untuk turut mengawal berbagai program intensif di Kampus 5.
Kampus tersebut dipersiapkan sebagai pusat pembinaan bagi santri yang bercita-cita melanjutkan studi ke Mesir, Maroko, Tunisia, dan berbagai negara lainnya.
Menutup sambutannya, Ketua Yayasan Al-Muhajirin mengajak seluruh hadirin untuk terus mendoakan keberlangsungan perjuangan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Al-Muhajirin. Beliau berharap Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada para santri, guru, orang tua, dan seluruh keluarga besar Al-Muhajirin.
“Mudah-mudahan Allah yang telah mengumpulkan kita dalam majelis penuh keberkahan ini, kelak mengumpulkan kita kembali di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” pungkasnya. (*)
