
AL-MUHAJIRIN — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Haflah Akhirussanah Kelas VI MI Al-Muhajirin dan Kelas IX MTs Al-Wathon Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Kampus IV, Kamis 18 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan sekaligus ungkapan syukur atas tuntasnya perjalanan belajar para siswa kelas VI MI Al-Muhajirin dan kelas IX MTs Al-Wathon.
Acara berlangsung dengan penuh kekeluargaan, dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Kepala Madrasah H. Sobari, S.Ag., M.Pd., jajaran dewan guru, staf, para orang tua, tamu undangan, serta para wisudawan dan wisudawati.
Hadir pula perwakilan Pemerintah Kecamatan Sukatani, pengawas madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, perwakilan Polsek Sukatani, para kepala unit di lingkungan Yayasan serta tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pendidikan di Al-Muhajirin Kampus IV.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan basmalah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathan, dan Himne Al-Muhajirin. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi khotmil Qur’an, pembacaan tawasul, pembacaan Surah Al-Qiyamah oleh para wisudawan dan wisudawati, sambutan kepala madrasah, sambutan perwakilan Kecamatan Sukatani, pengumuman pencapaian hafalan Al-Qur’an, doa khotmil Qur’an, prosesi pelepasan, sungkeman, pengalungan medali, ikrar alumni, tausiyah Syaikhuna, serta sambutan Ketua Yayasan Al-Muhajirin.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, H. Sobari, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pengembangan MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon Kampus IV. Ia mengenang awal penugasannya pada Juli 2017, ketika kondisi sarana pendidikan masih sangat terbatas.
Menurutnya, sejak awal ia memegang amanah sebagai kepala madrasah, ada tiga hal yang terus diperjuangkan, yaitu fasilitas, kuantitas, dan kualitas. Dari sisi fasilitas, sejak 2018 hingga 2020, MI Al-Muhajirin berhasil membangun gedung tiga lantai dengan 14 ruang kelas.
“Fasilitas yang dikedepankan untuk sarana pendidikan anak-anak kita supaya mereka lebih nyaman,” ujar H. Sobari.
Seiring berjalannya waktu, jumlah peserta didik terus mengalami peningkatan. Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, MI Al-Muhajirin meluluskan angkatan ke-6 sebanyak 112 siswa. Sementara MTs Al-Wathon, yang berdiri sejak 1987, pada tahun ini meluluskan angkatan ke-36 sebanyak 67 siswa.
Kepada para lulusan, H. Sobari menitipkan sejumlah pesan penting. Ia mengingatkan para siswa agar terus istiqamah membaca Al-Qur’an, tidak berhenti pada hafalan, tetapi juga berusaha memahami dan mengamalkannya.
Ia mengutip pesan yang tertera dalam kegiatan tersebut, “Afdholu ‘ibadati ummati qira’atul Qur’an.” Menurutnya, membaca Al-Qur’an merupakan ibadah utama yang harus terus dijaga oleh para santri.
“Bukan sekadar hafal, tetapi mudah-mudahan paham. Dan yang terutama adalah istiqamah untuk membaca,” pesannya.
Selain itu, H. Sobari berpesan agar para lulusan selalu menghormati orang tua, terutama ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat mereka hingga tumbuh besar. Ia juga meminta para siswa menjaga adab kepada guru serta menghormati semua makhluk Allah di muka bumi.
“Hormati ibu kalian, hormatilah gurumu, dan hormati semua makhluk yang ada di muka bumi ini,” pesannya.
Dalam rangkaian acara tersebut juga diumumkan sejumlah siswa dengan pencapaian hafalan Al-Qur’an terbanyak. Di tingkat MI Al-Muhajirin, di antaranya Ananda Dia Abinaya dan Ananda Fatan Kholil Aljabar dengan capaian 4 juz. Sementara dari MTs Al-Wathon, di antaranya Ananda Ahla Miskul Azfar dan Ananda Marwa Sayyidatul Husna.
Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi sungkeman. Para wisudawan dan wisudawati menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada guru serta orang tua. Dengan suasana penuh haru, para siswa memohon doa agar mampu melanjutkan pendidikan, meraih cita-cita, dan menjadi pribadi yang bermanfaat.
“Berpisah bukan berarti melupakan, tetapi membawa semua kenangan indah sebagai bekal untuk menggapai masa depan yang lebih gemilang,” ungkap perwakilan alumni dalam sambutannya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA. Dalam tausiyahnya, Syaikhuna menekankan pentingnya pendidikan yang mengantarkan anak pada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Syaikhuna mengajak para siswa membaca doa:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Menurut Syaikhuna, tujuan pendidikan adalah meraih hasanah fid dunya dan hasanah fil akhirah. Hasanah dunia diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, sedangkan hasanah akhirat diwujudkan melalui agama, akhlak, dan benteng akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
“Sekolah tujuan itu hasanah fid dunya, hasanah fil akhirah. Hasanah dunia pengetahuan, hasanah akhirat agama, benteng akidah Ahlussunnah wal Jamaah,” tutur Syaikhuna.
Syaikhuna juga menjelaskan pentingnya kesinambungan pendidikan di lingkungan Al-Muhajirin. Beliau menyebut konsep “sekolah satu pipa”, yakni pendidikan yang tersambung dari MI, MTs, hingga jenjang berikutnya di lingkungan Al-Muhajirin.
Dalam tausiyahnya, Syaikhuna tidak hanya menyampaikan pesan secara lisan, tetapi juga menguji langsung kemampuan beberapa siswa dalam membaca Al-Qur’an, mulai dari Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, Ayat Kursi, Ad-Duha, Al-Insyirah, At-Tin, An-Naba, hingga Al-Lahab. Para siswa yang mampu tampil dengan baik mendapatkan apresiasi dan hadiah dari para guru serta tamu undangan.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika Syaikhuna menitikkan air mata saat mendengar salah seorang santri, yang memiliki keterbatasan fisik mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar.
“Uluh putus hapalan ya, upami abot ka SMA ka Al-Muhajirin nanti digratiskeun,” pesannya.
Syaikhuna berpesan agar para lulusan tidak memutus hafalan Al-Qur’an setelah meninggalkan madrasah. Beliau meminta para siswa terus melanjutkan pendidikan dan menjaga hafalan yang telah diperoleh.
“Ulah putus hafalan. Lanjut terus,” pesan Syaikhuna.
Beliau juga menyampaikan bahwa bagi siswa yang memiliki kemampuan khusus dalam Al-Qur’an dan siap menjadi kader ulama, Al-Muhajirin membuka peluang dukungan pendidikan melalui program beasiswa kader ulama.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya Haflah Akhirussanah tersebut. Beliau mengajak para siswa menyuarakan semangat, “Al-Muhajirin siap mengakar ke bumi, dari MI MTs Al-Wathon untuk dunia.”
Menurutnya, kehadiran Syaikhuna dalam acara tersebut menjadi keberkahan dan kebahagiaan tersendiri bagi para wisudawan dan keluarga besar Al-Muhajirin Kampus IV.
“Spesial, para wisudawan ini langsung dihadiri oleh guru kita, Syaikhuna Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Jadi inspirasi kita, semangat kita, keberkahan kita,” ujarnya.
Dr. Hj. Ifa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru MI Al-Muhajirin dan MTs Al-Wathon yang telah mendidik para siswa dengan sabar, ikhlas, dan telaten. Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak lepas dari perjuangan para guru.
“Kalau bukan karena guru kita yang sabar, yang ikhlas, yang telaten, kita ini bukan apa-apa,” tuturnya.
Beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an menjadi program utama dalam kurikulum pendidikan Al-Muhajirin. Salah satunya melalui penerapan Metode Hijroti, yang merupakan hasil ikhtiar dan karya guru-guru Al-Muhajirin dalam memudahkan anak-anak belajar tahsin dan tajwid secara menyenangkan.
“Metode Hijroti ini asli produknya guru-guru kita di Al-Muhajirin. Insyaallah berkah dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Dr. Hj. Ifa juga menyampaikan bahwa guru-guru Al-Qur’an di Al-Muhajirin tidak sembarangan mengajar, melainkan telah mengikuti sertifikasi dan dinyatakan layak dalam pengajaran Al-Qur’an. Hal ini menjadi bukti keseriusan Al-Muhajirin dalam menjaga mutu pendidikan Al-Qur’an.
Beliau juga mengingatkan bahwa umat Islam harus kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya memuat petunjuk ibadah, tetapi juga ilmu pengetahuan, hukum, ekonomi, keluarga, hingga sains.
Karena itu, beliau berpesan kepada para lulusan agar tidak pernah berhenti menggali, mengkaji, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Selama kalian berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah, insyaallah kalian akan bahagia dan selamat dunia akhirat,” pesannya.
Haflah Akhirussanah Kelas VI MI Al-Muhajirin dan Kelas IX MTs Al-Wathon Tahun Pelajaran 2025/2026 ini menjadi penanda berakhirnya satu tahap pendidikan, sekaligus awal perjalanan baru bagi para santri. Melalui bekal ilmu, adab, Al-Qur’an, dan doa para guru serta orang tua, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan dengan semangat, menjaga akhlak, mencintai ulama, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. (*)
