Haflah Akhirussanah SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd: Biarkan Anak-Anak Ditanam Lebih Lama di Pesantren agar Tumbuh Kuat dan Bermanfaat

Bagikan artikel ini:
Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan sambutan pada kegiatan Haflah Akhirussanah SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu 13 Juni 2026. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar para santri terus menjaga semangat belajar, memperkuat karakter, serta menjadikan pesantren sebagai tempat menanam ilmu, akhlak, dan mental agar tumbuh menjadi generasi yang kuat dan bermanfaat.

AL-MUHAJIRIN — Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menegaskan pentingnya pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang kuat secara ilmu, akhlak, mental, spiritual, dan sosial.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Haflah Akhirussanah SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu 13 Juni 2026, di lingkungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat, Jalan Veteran, Purwakarta.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Ifa menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas capaian para santri kelas 9 SMP-MTs Al-Muhajirin Pusat yang telah menuntaskan proses pendidikan selama tiga tahun. Beliau juga menyampaikan selamat kepada para santri, orang tua, guru, serta seluruh keluarga besar Al-Muhajirin.

“Atas nama segenap jajaran Yayasan Al-Muhajirin, kami mengucapkan selamat, mabruk, alfu mabruk atas pencapaian yang sudah ditempuh anak-anakku sekalian,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, beserta Ibunda Pesantren Dra. Hj. Euis Marfuah, MA. Menurut Dr. Hj. Ifa, kehadiran keduanya menjadi keistimewaan tersendiri bagi keluarga besar Al-Muhajirin.

Beliau mengatakan, keberkahan dan kemanfaatan ilmu para santri tidak lepas dari doa, bimbingan, dan keteladanan Syaikhuna beserta Ibunda Pesantren. Karena itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar keduanya senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan usia.

“Kita yakin kunci kesuksesan, keberkahan, dan kemanfaatan ilmu kita tidak lepas dari doa-doa beliau berdua. Kita selalu membutuhkan bimbingan-bimbingannya,” tuturnya.

Hadir pula perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Dr. H. Munir Huda, S.Ag., M.Si.; Kepala SMP-MTs Al-Muhajirin Pusat Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I.; jajaran kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, kepala unit se-Yayasan Al-Muhajirin, orang tua wali santri, serta para santri kelas 9.

Baca Juga:  Safari Dakwah Ramadan 1447 H HIDMAT Muslimat NU Jawa Barat: Kepedulian Sosial sebagai Bentuk Kesempurnaan Iman

Dalam kesempatan itu, Dr. Hj. Ifa memberikan apresiasi kepada Kepala SMP-MTs Al-Muhajirin Pusat, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I., beserta jajaran guru dan tenaga pendidikan. Menurutnya, kepemimpinan menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan lembaga pendidikan.

“Saya yakin leadership itu adalah kunci bagaimana pendidikan ini melaju. Alhamdulillah beliau sukses mengantarkan anak-anak kita ke gerbang tingkat internasional,” kata Dr. Hj. Ifa.

Beliau menegaskan, pencapaian santri selama belajar di pesantren memiliki makna yang jauh lebih luas daripada kelulusan akademik semata. Menurutnya, lulusan pesantren merupakan kader terbaik yang dibentuk melalui proses pendidikan karakter, penguatan mental spiritual, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan hidup bersama dalam keberagaman.

Dr. Hj. Ifa menjelaskan, tidak sedikit orang yang memiliki kemampuan akademik baik, tetapi belum cukup kuat dalam aspek mental dan sosial. Ada pula yang memiliki nilai memuaskan, namun belum siap menghadapi perbedaan budaya, lingkungan, dan tekanan sosial.

Karena itu, kehidupan pesantren menjadi ruang pendidikan yang sangat berharga. Di pesantren, para santri terbiasa hidup bersama teman dari berbagai daerah, kebiasaan, bahasa, dan latar belakang keluarga. Mereka belajar beradaptasi, menghargai perbedaan, serta membangun ketahanan diri.

Baca Juga:  STAI Al-Muhajirin Purwakarta Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 1 Tahun Akademik 2025-2026

“Dengan adanya di pesantren, anak-anak kita sudah terbiasa hidup bersinergi dengan berbagai komponen masyarakat yang beragam. Maka insyaallah kader-kader kuat dan hebat ini siap menghadapi tantangan yang lebih besar,” ucapnya.

Dr. Hj. Ifa berpesan agar para santri tidak cepat merasa cukup setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Menurutnya, ilmu agama, pembentukan karakter, dan kematangan pribadi memerlukan proses panjang.

Beliau kemudian mengutip pesan hikmah dari kitab Al-Hikam tentang pentingnya menanam diri di tanah yang dalam. Pesan itu ia kaitkan dengan pentingnya memberi waktu yang cukup bagi anak-anak untuk tumbuh dan matang dalam lingkungan pesantren.

“Tanamlah diri kamu di tanah yang dalam. Jangan sebentar-sebentar ingin viral. Jangan sebentar-sebentar ingin tenar. Biarlah anak-anak kita ditanam dulu di pesantren,” ujarnya.

Menurutnya, pesantren adalah tanah subur tempat para santri disirami setiap hari dengan nasihat guru, pembiasaan akhlak, penguatan jati diri, dan keteladanan. Dari proses panjang itulah, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, rindang, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

“Tidak ada benih yang tumbuh baik kecuali pernah ditanam di dalam tanah. Ditanam dulu di pesantren, insyaallah akan tumbuh menjadi pohon yang kuat, rindang, dan buahnya memberi manfaat,” katanya.

Dr. Hj. Ifa juga mengajak orang tua agar tidak khawatir mempercayakan anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan di pesantren. Menurutnya, usia remaja adalah fase penting yang perlu dijaga dengan bimbingan, lingkungan yang baik, dan tuntunan para guru.

Baca Juga:  SMP-MTs Al-Muhajirin Pusat Gelar Qurban Idul Adha 1447 H, Tanamkan Kepedulian dan Kebersamaan

Beliau menyampaikan bahwa pendidikan pesantren tetap mampu melahirkan berbagai prestasi. Santri Al-Muhajirin, kata dia, tidak hanya dibina dalam aspek spiritual dan karakter, tetapi juga didorong untuk berprestasi di bidang akademik, bahasa, kepemimpinan, dan pengembangan diri.

Beliau mencontohkan capaian SMA-MA Al-Muhajirin yang termasuk salah satu sekolah dengan jumlah lulusan terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri di Purwakarta. Selain itu, sejumlah alumni juga telah menembus pendidikan dan kesempatan ke luar negeri, termasuk Jepang, Mesir, dan sejumlah negara di Timur Tengah.

“Prestasi anak-anak kita di tingkat SMA dan MA Al-Muhajirin tidak kalah hebat dengan sekolah-sekolah lain. Insyaallah semuanya bisa kita raih di pondok pesantren yang kita cintai ini,” ucapnya.

Kepada para lulusan, Dr. Hj. Ifa berpesan agar mereka terus membawa identitas kesantrian dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, menjadi santri Al-Muhajirin adalah bagian dari jaringan keilmuan, keberkahan, dan khidmah yang luas.

“Kalian di mana pun, sebutkan saja saya ini santrinya Syaikhuna. Insyaallah akan terhubung, karena berkah beliau berkhidmat di Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Dr. Hj. Ifa mengajak seluruh keluarga besar Al-Muhajirin untuk terus menjaga semangat pendidikan yang kokoh dan tinggi cita-cita. Ia menegaskan bahwa Al-Muhajirin hadir untuk membangun generasi yang mengakar kuat pada nilai, sekaligus mampu menjulang tinggi meraih masa depan.

“Dari Al-Muhajirin, kita jadikan pendidikan kita mengakar ke bumi, menjulang ke langit,” pungkasnya. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *