Halal Bihalal Al-Muhajirin Pusat, Hj. Ifa Faizah Apresiasi Perjuangan dan Keikhlasan Orangtua Santri

Bagikan artikel ini:
Ketua Yayasan Al-Muhajirin sekaligus Direktur Direktorat Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.

AL-MUHAJIRIN — Pagi itu, Masjid At-Tazkiyah, Al-Muhajirin Pusat, dipenuhi wajah-wajah haru dan hangat. Sabtu (4/4/2026), para orangtua kembali mengantar anak-anak mereka ke pondok setelah libur Idulfitri—sebuah pertemuan yang menjadi penanda pulang, sekaligus momen melepas dengan penuh keikhlasan.

Dalam balutan kegiatan Halal Bihalal, suasana terasa sarat makna. Tradisi tahunan ini menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan harapan orangtua dengan ikhtiar pesantren dalam mendidik generasi santri.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Silaturahmi & Menyambut Santri dengan Penuh Keberkahan”, kegiatan ini meneguhkan komitmen bersama untuk membina santri yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta berakhlakul karimah.

Satu per satu santri kembali, diantar langsung oleh orangtua mereka. Ada pelukan, ada pesan singkat, ada pula tatapan yang menyimpan doa panjang. Di momen itulah, silaturahmi terasa begitu dekat. Orangtua melepas anak-anaknya untuk kembali menuntut ilmu, sekaligus menyambung kembali kedekatan dengan para pengasuh dan asatid di lingkungan pesantren.

Baca Juga:  Ketua LP Ma'arif NU Jabar Dr. Hj. Ifa Faizah Terus Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas Melalui Unit Layanan Disabilitas LP Ma'arif di Setiap Kabupaten

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA. Turut hadir Ketua Yayasan Al-Muhajirin sekaligus Direktur Direktorat Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., serta Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat, KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas, MA, bersama jajaran asatid, ustazah, dan para wali santri.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul lantunan shalawat yang menggema lembut, menambah kekhusyukan suasana. Di tengah kehangatan itu, setiap yang hadir seolah diingatkan: perjalanan menuntut ilmu adalah jalan panjang untuk menata hati dan mendekat kepada Ilahi.

Halal Bi Halal bersama Orangtua Santri Al-Muhajirin Pusat, Sabtu 4 April 2026

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al-Muhajirin sekaligus Direktur Direktorat Pusat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan sambutan yang sarat dengan pesan spiritual dan penguatan makna pasca-Ramadan.

Beliau mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri nikmat iman dan Islam, serta mendoakan para guru dan pimpinan pesantren agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam membimbing umat.

Baca Juga:  Mushafahah Pagi, Memulai Hari dengan Cara yang Indah di SMA Fullday Al-Muhajirin Purwakarta

Menurutnya, kehadiran para santri kembali ke pesantren setelah Ramadan bukan sekadar rutinitas pendidikan, tetapi bagian dari proses melanjutkan pembinaan diri agar tetap berada dalam jalur ketakwaan.

“Ramadan telah menempa kita dengan berbagai amaliah. Harapannya, setelah Ramadan kita benar-benar menjadi pribadi yang kembali kepada Allah dan meraih kemenangan sebagai insan yang bertakwa,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa salah satu kunci kesempurnaan ibadah Ramadan adalah memperbaiki hubungan antarsesama manusia. Oleh karena itu, momentum halal bihalal menjadi sarana penting untuk saling memaafkan agar amal ibadah tidak terhalang.

“Atas nama pribadi dan Yayasan Al-Muhajirin, kami memohon maaf lahir dan batin. Semoga dengan saling memaafkan, Allah pun mengampuni dosa-dosa kita semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa keputusan orang tua menitipkan anak di pesantren merupakan bentuk pengorbanan yang luar biasa. Tidak mudah melepas anak untuk jauh dari keluarga, namun hal itu dilakukan semata-mata karena harapan akan keberkahan ilmu dan masa depan anak.

Baca Juga:  Ini Pesan Pimpinan Pesantren dan Ketua Yayasan Al Muhajirin di Acara Wisuda 1000 Hafidz

“Kalau bukan karena lillah, tidak mungkin kita kuat. Ada rasa rindu, ada kekhawatiran, tetapi semua itu kita serahkan kepada Allah demi keberkahan ilmu bagi anak-anak kita,” ungkapnya penuh haru.

Beliau pun meyakini bahwa setiap pengorbanan orang tua—baik waktu, tenaga, maupun perasaan—akan menjadi wasilah kesuksesan anak-anak, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Dalam pesannya kepada para santri, beliau mengingatkan pentingnya semangat dalam menuntut ilmu. Menurutnya, orang yang memiliki ilmu akan memiliki derajat yang berbeda dibandingkan dengan yang tidak.

“Bekal ilmu, khususnya ilmu agama, adalah kunci keselamatan dan kesuksesan. Karena itu, manfaatkan kesempatan belajar di pesantren dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Menutup sambutannya, beliau mengajak seluruh orang tua dan pihak pesantren untuk terus memperkuat sinergi dalam mendidik generasi yang saleh, berilmu, dan siap menjadi pemimpin umat di masa depan. (*)

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *